Jombang (beritajatim.com) – Upaya pemenuhan gizi keluarga selama pandemi Covid-19 terus dilakukan oleh Pemdes (Pemerintah Desa) Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Salah satunya adalah dengan program budidaya ikan dalam ember atau budikdamber.
Dari ember itulah diharapkan bisa memenuhi nutrisi bagi keluarga di desa tersebut. Nutrisi yang dimaksud meliputi ikan sebagai sumber protein hewani dan sayur sebagai sumber vitamin. Jenis budikdamber yang dibudidayakan adalah ikan lele dan tanaman kangkung.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jombang”]
Ember yang digunakan sebagai media budidaya tersebut dibagikan pada Rabu (16/6/2021) di ruang pertemuan Balai Desa Kepatihan. Seluruh Ketua RT/RW (Rukun Tetangga dan Rukun Warga) serta tokoh masyarakat hadir di balai desa.
Selanjutnya, mereka menerima sebuah ember yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa dan bibit ikan lele sebanyak 50 ekor, pakan lele, serta bibit kangkung. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Kades Kepatihan Erwin Pribadi kepada sejumlah Ketua RT secara simbolis.
Acara tersebut menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seluruh yang hadir wajib mengenakan masker, ketika hendak memasuki ruangan hadirin juga diwajibkan mencuci tangan meggunakan sabun di tempat yang disediakan. Kemudian kursi yang ditempati juga ditata sedemikian rupa dengan jarak tertentu.
Selain mendapatkan paket ember untuk ternak lele, setiap RT juga mendapatkan satu unit mesin fogging (pengasapan). “Mesin fogging ini juga karya warga Desa Kepatihan sendiri. Bisa digunakan untuk mengatisipasi penyebaran demam berdarah,” kata Kades Erwin.
Erwin menjelaskan, selain Ketua RT, sejumlah tokoh masyarakat juga mendapatkan bantuan tersebut. Erwin berharap, program budikdamber tersebut bisa meningkatkan nutrisi keluarga. Ketika panen, ikan lele yang dikelola Ketua RT tersebut akan dibagikan ke warga sekitar.
“Ini salah satu upaya kami untuk meningkatkan gizi dan nutrisi keluarga. Yakni, ikan sebagai sumber protein hewani dan sayur sebagai sumber vitamin. Ini juga sejalan dengan program PKK Desa Kepatihan untuk menekan angka stunting. Karena target kita di desa ini zero stunting. Makanya pemenuhan nutrisi keluarga juga ditingkatkan,” katanya.
Erwin sengaja memilih bibit ikan lele. Pasalnya, ikan tersebut pemeliharaannya tidak manja. “Makanan sisa bisa digunakan untuk memberi makan lele. Panennya juga cepat, sekitar 8 Minggu. Nah, hasil panen tersebut tidak boleh dijual, tapi dibagikan lagi ke warga,” kata Kades yang sudah menjabat dua periode ini.
Erwin mengungkapkan, jumlah peralatan yang dibagikan untuk program budikdamber tersebut sebanyak 73 paket. Anggarannya berasal dari APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) tahun 2021. Pihak Pemdes Kepatihan sengaja mengalokasikan untuk sektor non-fisik.

Oleh sebab itu, selain memberikan bantuan sosial untuk RT/RT berupa bibit ikan lele lengkap dengan medianya, juga ada bantuan peralatan dapur untuk janda kurang mampu, kemudian peralatan sekolah (tas dan sepatu) untuk anak yatim dan disabilitas.
“Kita juga memberikan 241 pasang sepatu baru bagi anak yatim, difabel, serta warga kurang mampu. Kemudian 73 ember untuk budidaya ikan lele, serta 35 paket peralatan dapur untuk janda kepala keluarga. Kalau paket peralatan dapur ini anggarannya dari program ‘Jombang Berkadang 2020’,” pungkas Erwin.
Selain Kades, acara tersebut juga dihadiri Camat Jombang H Muhdlor, serta Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho. Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyerahkan santunan untuk anak yatim yang hadir di balai desa Kepatihan. [suf]







