Banyuwangi (beritajatim.com) – Asosiasi Sepakbola Kabupaten (Askab) PSSI Banyuwangi bekerjasama dengan klub asal Banten, Diklat Cirebon United. Kesepakatan antar kedua belah pihak ini membuahkan sebuah tekad untuk menjaring bakat dan talenta sepakbola di Bumi Blambangan.
Hasilnya, ratusan anak-anak di bawah usia 15 tahun antusias mengikuti seleksi yang digelar di Stadion Diponegoro, Banyuwangi mulai 28 – 30 Mei mendatang. Mereka saling menunjukkan skill olah bola di bawah pantauan langsung dari juru taktik asal Brazil, Fabio Oliveira.
Ya, mantan asisten pelatih tim nasional Indonesia itu datang langsung di stadion kebanggaan warga Banyuwangi itu. Berbekal keyakinan, bibit sepakbola masa mendatang dapat ditemukan di kota ujung timur Pulau Jawa ini.
“Ya ini kan masih awal ya, seleksi awal ini mungkin mereka masih grogi. Jadi seleksi ini tidak bisa kita tentukan dengan melihat hanya satu kali. Jadi hari ini dan nanti hingga Minggu di sini,” kata Fabio Oliveira, Sabtu (29/5/2021).
Fabio menyebut dirinya masih butuh waktu untuk menentukan pemain terbaik yang akan terpilih. “Kita tunggu hingga hari terakhir nanti, mereka akan menunjukkan potensi mereka, skill dan kemampuan yang terbaik,” katanya.
Secara khusus, Fabio mengaku tak memilih pemain di posisi tertentu. Sehingga, para pemain memiliki kans untuk bergabung asal mampu menunjukkan kemampuan yang baik.
“Kita sebenarnya tidak ada keperluan yang spesifik ya, cuma memang ke depan ada agenda yang nantinya dibutuhkan oleh klub,” terangnya.
Sementara itu, pihak PSSI Banyuwangi menyambut baik atensi Cirebon United ini. Menurutnya hal ini menjadi pemantik ide dan gagasan organisasi untuk pengembangan atlet sepakbola usia dini.
“Bisa jadi ini menjadi role model pengembangan kita ke depan. Awalnya ada tawaran menarik daei Cirebon United untuk mencari bakat sepakbola di sini. Ternyata kita diskusi dengan Bidang Pengembangan Usia Dini, ini masuk. Ya akhirnya kita setujui,” terang Sekjen PSSI Banyuwangi Pebdi Arisdiawan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banyuwangi”]
Nantinya bagi bakat muda Banyuwangi yang lolos seleksi, tidak hanya mendapat arahan teknik olah bola saja. Tetapi juga, mendapat beasiswa akademik di jenjang sekolah.
“Jadi ada presentase beasiswa yang ditawarkan mulai 100 persen, 50 persen dan 25 persen. Itu dipilih dari mereka yang benar memliki bakat yang baik melalui seleksi ini, ada juga yang memang ingin murni belajar teknik bola di diklat ini,” ungkap Ardian salah seorang wali pemain.
Seperti yang diketahui, Diklat Cirebon United ini memiliki tiga pelatih ternama yang turun langsung mengasuh tim ini. Di antaranya, Fabio Oliveira sebagai pelatih kepal, Timo Scheunemann Pelatih Teknik dan Matias Ibo mantan fisioterapis Timnas Indonesia. (rin/ted)






