Surabaya (beritajatim.com) – Surabaya merasakan dampak fenomena tahunan usai gerhana bulan penuh atau sering disebut blood moon. Seperti yang terjadi di Kenjeran Park Surabaya. Banjir rob memenuhi wilayah pariwisata yang memiliki luasan 6 hektar ini. Namun yang terdampak banjir rob, hanya sekitar 30 persen dari total wilayah.
Adit, Humas Atlantis Land menjelaskan, banjir rob, lumpur dan sampah ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Meski hanya setinggi bawah lutut kaki atau sekitar 40 cm hingga 50 cm, banjir rob membuat penjual, pengunjung dan pengelola terganggu. Sebab lumpur sangat membahayakan, sampah juga mengganggu pemandangan atau polusi mata.
“Iya untungnya Atlantis Land tinggi dan tidak terdampak banjir rob atau lumpur. Yang pasti wilayah rendah seperti di beberapa titik tergenang dan sekarang kotor lumpur,” jelasnya kepada beritajatim.com, Kamis (27/5/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir”]
Fenomena benjir rob dan lumpur tak semua terjadi di wilayah pesisir Pantai Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Sebab pesisir lumpur hanya ada di wilayah Kenjeran saja. Namuan untuk fenomena banjir rob terjadi di seluruh pesisir pantai. Ketinggian sendiri, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dsn Geofisika Prlabuhan Tanjung Perak (BMKG) bisa mencapai 140 cm titik maksimum.
Arif Wiyono, Prakirwan BMKG Perak Maritim Surabaya menjelaskan, fenomena air pasang terakhir terjadi pada 2016 lalu. Kondisi sama ini terjadi saat gerhana bulan penuh dan jarak bulan semakin dekat dengan bumi. Oleh sebab itu, air pasang dan surut akan meningkat. Meski demikian, naik turunnya pasang juga akan terjadi setiap bulan dua kali.
“Namun kejadian kemarin berbeda karena prediksi BMKG menunjukkan ketinggia anir bisa mencapai 140 cm. Atau dengan kata lain jarak bumi dan bulan jauh lebih dekat dari fenomena bulanan,” jelasnya kepada beritajatim.com.
Lebih lanjut Arif menjelaskan, dalam data BMKG yang sudah disampaikan pada 20 Mei 2021 lalu, air pasang akan terjadi dari 26 sampai 30 Mei 2021. Hanya saja, BMKG tidak mengetahui secara detail kapan puncak pasang surut air laut ini.(man/kun)







