Surabaya (beritajatim.com) – Banjir ROB yang terjadi di kampung nelayan, Kenjeran memang bukan yang pertama kali terjadi. Kali ini kembali terjadi malam setelah terjadinya gerhana bulan. Gelombang tinggi membuat sebagian kampung nelayan di kawasan Cupat terendam air laut, Kamis (27/5/2021)
Salah satunya warga nambangan V, Faby bersama sang istri dan ibunya harus membersikan puing-puin bambu setelah samping rumahnya diterjang gelombang tinggi akibat air laut pasang. Beberapa bagian di tempat penjemuran ikan asin milik keluarganya berantakan setelah di sapu gelombang tinggi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-rob”]
Ia berharap kepada Pemerintah Kota Surabaya mendengar permintaan warga yang tinggal di pesisir pantai Kenjeran. Pemerintah kota membuatkan bangunan pemecah ombak di bagian yang telah ditandai atau tengah laut yang di patok bambu.
“Kami berharap bisa dibuat pemecah ombak karena rumah warga ada di bibir pantai. Jadi kalau air masuk rumah itu tidak masalah tapi yang jadi masalah adalah ombaknya jika kena rumah itu yang bahaya makanya kalau dibuat pemecah ombak tidak sampai mengenai rumah warga,” ungkap Faby, Kamis (27/5/2021).
Sebelumnya, puluhan rumah warga Nambangan,Kenjeran Surabaya terendam air laut akibat gelombang tinggi yang terjadi Rabu malam pasca gerhana bulan. [way/ted]






