Sidoarjo (beritajatim.com) – Nilai toleransi akhir-akhir ini auranya mulai merendah, banyak manusia yang kurang memiliki adanya toleransi terhadap sesama manusia ataupun dengan ciptaan Tuhan lainnya. Kendatipun demikian, kita sebagai makhluk sosial harus saling menghargai, menghormati, menyayangi, dan saling membantu.
Generasi tua memberikan contoh kepada generasi muda, begitupun selanjutnya, generasi muda juga memberikan contoh kepada generasi anak-anak. Agar tercipta suasana guyub rukun, terjalin tali persaudaraaan dan silaturahmi.

Demikian diungkapkan oleh Drs. Achmad Lutfi,S.Pd.,MM, Kepala SMP Negeri 1 Taman Sidoarjo, Jumat (21/5/2021). “Pengembangan dan pendidikan karakter yang dibalut dengan toleransi melalui pembelajaran gamelan jawa memang sangat begitu signifikan bentuk perubahan ke arah baik,” kata Pak Lutfi (panggilan akrabnya).
Kasek sekaligus Ketua MKKS Kabupaten Sidoarjo menuturkan, dari suara alunan nada gamelan jawa yang lembut sudah bisa mengidentifikasi bahwa edukasi dan toleransi begitu kuat di dalam roh gamelan jawa tersebut. Nada-nada pelog dan slendronya mengantarkan dengan bijak melalui goresan-goresan relung hati menembus batas urat nadi menuju nilai-nilai kebaikan.
Ditambahkannya, siswa SMP Negeri 1 Taman Sidoarjo diberikan fasilitasi lengkap yaitu gamelan jawa. Selain itu juga masuk di kegiatan non akademik atau ekstrakurikuler.
“Peminat dari ekstrakurikuler ini juga hanya anak-anak yang memiliki panggilan khusus melestarikan seni tradisi di Sidoarjo,” katanya.
Bu Sulis, Waka Bidang Kesiswaan yang memiliki nama lengkap Sulis Martha,S.Pd.,M.Pd, juga tiada henti-hentinya mengenalkan seni tradisi karawitan kepada peserta didik yang baru masuk di SMP Negeri 1 Taman maupun peseta didik yang sudah mencapai kelas VIII dan IX. “Pengenalan seni tradisi penting untuk penguatan karakter siswa,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”karawitan”]
Sementara itu, Murlan,S.Sn, seorang pelatih yang menyalurkan keindahan pendidikan seni karawitan pada generasi muda di SMP Negeri 1 Taman, juga memberikan ilmu dan edukasi tentang toleransi pada saat pembelajaran ekstrakurikuler karawitan. “Dalam karawitan terkandung nilai-nilai toleransi, saling menghargai perbedaan, juga membangun harmoni dari perbedaan tersebut,” kata guru yang juga menjabat Ketua Komite Seni Tradisi Dewan Kesenian Sidoarjo ini. [but]







