Jember (beritajatim.com) – Sejumlah aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berunjuk rasa menyuarakan solidaritas untuk Papua, di alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (22/8/2019) malam.
“Indonesia adalah negara demokrasi, bukan negara otoriter. Mengapa kita sulit sekali untuk bisa mendengarkan dan menghargai aspirasi politik kawan-kawan Papua? Aksi menyampaikan pendapat, diskusi, hingga pemutaran film oleh kawan-kawan Papua selalu kita curigai. Inikah demokrasi? Mengapa kita tidak bisa membiarkan saudara-saudara kita untuk bernegara dengan tenang bersama? Mengapa kita seringkali gagal dalam mengelola perbedaan?” kata Dyno Suryandoni, koordinator aksi, dalam pernyataan resminya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”papua”]
GMNI menyerukan lima tuntutan.
1. Menolak segala bentuk diskriminasi, rasisme dan tindakan represif oleh dan kepada siapapun;
2. Menuntut pemerintah, kapolri dan panglima TNI untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku tindakan represif, diskriminatif dan rasis terhadap sejumlah mahasiswa di Malang dan Surabaya sesuai hukum dan HAM;
3. Meminta Polri dan TNI untuk menjaga kondusifitas, memberikan perlindungan, serta menghentikan tindakan represif terhadap seluruh rakyat termasuk mahasiswa Papua;
4. Mendukung penuh saudara-saudara Papua untuk mendapatkan keadilan dan haknya dalam bingkai keIndonesiaan;
5. Mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga persatuan nasional.
“Melupakan prinsip-prinsip kemanusiaan sama buruknya dengan membatalkan seruan persatuan dan semangat sebagai sebuah bangsa,” kata Dyno. [wir/suf]






