Mojokerto (beritajatim.com) – Dua bocah di Mojokerto menjadi korban penjambretan, Sabtu (10/8/2019). Keduanya menjadi korban saat tengah asyik bermain wifi di sebuah warung yang ada di Jalan raya Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Fais dan Rafa, bocah Dusun Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto inilah yang menjadi korban. Saat itu, keduanya tengah bermain wifi di sebuah warung bersama satu bocah lainnya. Namun hanya keduanya yang membawa Handphone (HP).
Ada dua orang pelaku yang tiba-tiba merampas HP keduanya setelah kedua pelaku membeli nasi di warung tersebut. Usai merampas kedua HP milik kedua bocah yang duduk di bangku SD kelas IV dan V tersebut, para pelaku kabur ke arah Kota Mojokerto dengan membawa sebuah mobil.
[berita-terkait number=”5″ tag=”jambret”]
Pemilik warung, Sri Utami (43) mengatakan, kejadian perampasan HP di warungnya tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. “Saat itu warung saya sedang sepi. Hanya ada tiga bocah yang ada di warung saya, dua bawa HP dan satu tidak,” ungkapnya.
Masih kata Sri, tidak lama berselang datang dua pemuda ke warungnya untuk membeli makan. Setelah keduanya membayar, ia masuk ke dalam. Namun tak lama kemudian, lanjut Sri, ia mendengar suara anak kecil yang ada di warungnya tersebut berteriak minta tolong.
“Usai kedua pelaku membayar nasi, saya masuk ke dalam rumah untuk mengambil roti. Tiba-tiba saja saya mendengar teriakan anak-anak itu dan mengatakan jika HPnya dirampas pemuda yang tadi beli makan di warung saya,” tuturnya.
Pada saat kejadian, kedua korban tersebut sempat berusaha mempertahankan HP miliknya. Namun karena pelaku menarik dan memaksa untuk melepaskan HP, akhirnya kedua pelaku berhasil membawa kabur ke HP milik kedua bocah tersebut dan kabur ke arah Kota Mojokerto.
“Pelakunya masih berusia mudah, antara 25 sampai 27 tahun. Keduanya memakai kaos, saya lupa kaos apa. Ada tiga orang, dua masuk warung dan satu di dalam mobil. Setelah berhasil merampas 2 HP, pelaku langsung kabur dengan menggunakan mobil berwarna putih ke Kota Mojokerto,” tegasnya.[tin/kun]






