Ponorogo (beritajatim.com) – Ratusan unit penerangan jalan umum (PJU) berteknologi panel surya yang tersebar di berbagai kecamatan di Ponorogo banyak mengalami kerusakan.
Dinas Perhubungan Ponorogo menghitung total ada 330 unit PJU berteknologi panel surya hibah yang diterima pemkab. 260 unit dari Dishub Jatim, dan 70 unit lainnya dari kementerian perhubungan RI.
”Kami mencatat PJU yang dalam kondisi rusak ada sekitar 200 unit,” Kata Kadishub Ponorogo Djunaedi, Sabtu(10/8/2019).
Djunaedi menyebut baterai yang menjadi salah satu komponen penting dari PJU panel surya itu rupanya berusia pendek. Karena kekuatan baterai PJU panel surya hanya dua tahun. Sementara, banyak yang sudah berusia lebih dari tiga tahun. Umumnya, kata Djunaedi menyala selama 12 jam. Tapi di PJU yang baterainya sudah rusak, dua jam saja sudah mati.
”Hibah ratusan unit PJU diterima Pemkab sejak 2015 hingga 2018 oleh Pemrov Jatim dan Pemerintah pusat,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ponorogo”]
Djunaedi mengaku jika pihaknya sekarang tak berani memperbaiki, proses serah terima belum tuntas. Karena secara administrasi, belum ada serah terima terhadap aset tersebut sejak 2015 sampai sekarang. Dimana Dishub tak bisa asal melakukan perbaikan. Jika itu terpaksa dilakukan, maka itu rawan menjadi catatan badan pemeriksa keuangan (BPK). Dishub juga bukan tanpa usaha, Djunaedi menyebut juga sudah melaporkan kondisi itu kepada pemprov. Namun belum ada jawaban yang memuaskan dari pemprov.
”Kami juga sudah memetakan mana saja yang rusak dan berfungsi,’’ pungkasnya.(endPJU Rusak Jalan Gelap
Ponorogo (beritajatim.com) – Ratusan unit penerangan jalan umum (PJU) berteknologi panel surya yang tersebar di berbagai kecamatan di Ponorogo, banyak mengalami kerusakan. Dinas Perhubungan Ponorogo menghitung total ada 330 unit PJU berteknologi panel surya hibah yang diterima pemkab. 260 unit dari Dishub Jatim, dan 70 unit lainnya dari kementerian perhubungan RI.
”Kami mencatat PJU yang dalam kondisi rusak ada sekitar 200 unit,” Kata Kadishub Ponorogo Djunaedi, Sabtu(10/8/2019).
Djunaedi menyebut baterai yang menjadi salah satu komponen penting dari PJU panel surya itu rupanya berusia pendek. Karena kekuatan baterai PJU panel surya hanya dua tahun. Sementara, banyak yang sudah berusia lebih dari tiga tahun. Umumnya, kata Djunaedi menyala selama 12 jam. Tapi di PJU yang baterainya sudah rusak, dua jam saja sudah mati.
”Hibah ratusan unit PJU diterima Pemkab sejak 2015 hingga 2018 oleh Pemrov Jatim dan Pemerintah pusat,” katanya.
Djunaedi mengaku jika pihaknya sekarang tak berani memperbaiki, proses serah terima belum tuntas. Karena secara administrasi, belum ada serah terima terhadap aset tersebut sejak 2015 sampai sekarang. Dimana Dishub tak bisa asal melakukan perbaikan. Jika itu terpaksa dilakukan, maka itu rawan menjadi catatan badan pemeriksa keuangan (BPK). Dishub juga bukan tanpa usaha, Djunaedi menyebut juga sudah melaporkan kondisi itu kepada pemprov. Namun belum ada jawaban yang memuaskan dari pemprov.
”Kami juga sudah memetakan mana saja yang rusak dan berfungsi,’’ pungkasnya.(end/ted)






