Mojokerto (beritajatim.com) – Kedua pelaku perampasan disertai aksi pencabulam, Eko Nugroho (23) dan Suparno (30) dihadiahi timah panas petugas sebelum akhirnya diamankan. Keduanya beraksi saat melihat kedua korban lewat di jalan tuangan Dusun Sukodono, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (8/11/2018) lalu.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Julian Kamdo Warokka menjelaskan, saat itu sekira pukul 17.30 WIB, kedua korban RZ (16) pulang sekolah mengendarai sepeda motor Honda Beat nopol S-5306-NY warna merah berboncengan dengan temannya, NP. \\\”Korban dipepet oleh dua orang pelaku dengan mengendarai sepeda motor bebek nopol tidak diketahui,\\\” ungkapnya, Jum\\\’at (28/12/2018).
Korban disuruh berhenti dan dipaksa untuk menyerahkan tas, dompet dan handphone (HP) dengan cara salah satu pelaku mengacungkan kayu. Selanjutnya barang-barang tersebut diserahkan, tangan korban diikat dan disuruh masuk ke lahan tebu yang jaraknya sekitar 100 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sepatu korban dilepas dan diambil talinya dipergunakan untuk mengikat kaki kedua korban.
\\\”Kemudian kedua korban ditelajangi oleh pelaku dan dipaksa untuk berpose mesum kemudian difoto oleh pelaku dengan menggunakan HP miliknya. NP dibawa pergi oleh salah satu pelaku, sedangkan pelaku yang lain menjaga korban. Selang beberapa menit pelapor mendengar suara jeritan NP dan setelah satu jam lebih kedua pelaku meninggalkan korban dalam keadaan telanjang, tangan dan kaki terikat,\\\” katanya.
Setelah korban berhasil melepaskan ikatan tali di kakinya, korban mencari temannya dan ditemukan di dekat pohon mangga. Keduanya kemudian memakai pakaian yang tadinya dilepas pelaku, setelah keluar dari lahan tebu dan tidak menemukan sepeda motor yang semula di parkir dalam kedaan kunci kontak masih menempel.
\\\”Setelah itu, korban menuju ke rumah temannya untuk meminta bantuan pertolongan. Kedua pelaku sendiri diamankan di dua tempat berbeda dan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas petugas,\\\” jelasnya. [tin/but]





