Ponorogo (beritajatim.com) – Para pedagang di Pasar Legi Ponorogo mengaku siap berpindah ke Pasar Relokasi. Waktu tidak jadi masalah, yang penting semua pedagang bisa mendapatkan kapling.
Nur Habibah, pedagang bumbu dapur menyatakan, para pedagang di Pasar Legi sudah sangat ingin menempati lokasi berdagang yang lebih baik. Gedung Pasar Legi, terutama di daerah yang terbakar, sudah banyak retak dan bocor.
\\\”Kita ingin berdagang dengan baik, kalau di sini kan sudah tidak layak. Banyak bocor, tergenang (di bagian selatan). Kita ingin tempat barunya jangan tergenang. Gimana nanti barang-barang dagangan kita,\\\” ungkap Nur, Kamis (27/12/2018).
Pedagang lain, Sunarsih, menyatakan, untuk boyong ia juga siap untuk segera melakukannya. Ia mengaku tak butuh waktu banyak untuk mengemasi barang dagangannya yang berupa sandang jadi. Bedhag dari kayu lapis pun bisa segera dibongkarnya.
\\\”Kita cuma pengen tidak ada saling rebutan kios ya. Kami minta segera diberitahu (sosialisasi), agar kita bisa siap-siap dan menempati tempatnya masing-masing tanpa masalah. Semoga semua kebagian, biar gak ribut,\\\” ujarnya.
Kekhawatiran ini cukup beralasan. Sebab pada pasar relokasi tersebut terdapat 1.689 toko dan kios. Terdapat empat los pada pasar relokasi tersebut. Untuk los 1, los 2 dan los 3 yang membujur dari utara ke selatan masing-masing berkapasitas 22 toko atau kapling ukuran 2×2 meter, 326 kios besar ukuran 2×1,35 meter dan 90 kios kecil berukuran 1,6×1 meter.
Sedangkan di los 4 yang melintang dari timur ke barat menyediakan 375 kios ukuran 2×1 meter. Los 4 ini disediakan untuk pedagang dari pasar eks pengadilan 4A, eks pengadilan 4B dan eks stasiun 4C.
Sementara itu Dinas Perdagkum Ponorogo pada akhir November lalu mencatat ada 1.727 pedagang di Pasar Legi. Rinciannya 1.168 pedagang di Pasar Legi yang terbakar, 256 pedagang di los eks Pengadilan Negeri Ponorogo dan 303 bagian barat Pasar Legi atau biasa disebut pasar eks-stasiun.
Rencananya, relokasi akan dilaksanakan pada 31 Desember mendatang. Jadwal ini sudah mundur dari jadwal sebelumnya yaitu sebelum Natal dan perubahan berikutnya pada 26 Desember. Proyek pembangunan gedung pasar relokasi sendiri jadwalnya selesai pada 29 Desember atau dua hari ke depan. [dil/kun]





