Gresik (beritajatim.com) – Pulau Mengare banyak dikenal sebagai tempat budidaya dan penghasil ikan bandeng di Kabupaten Gresik. Tidak hanya itu, hasil tangkapan ikan laut juga terkadang melimpah. Oleh karena itu, masyarakat setempat harus bisa memanfaatkannya dengan baik. Seperti yang dilakukan Desa Watuagung dalam hal inovasi dan berwirausaha.
\\\”Kita bisa mengolah berbagai macam produk dengan bahan baku ikan. Apalagi di sini Mengare ikan mudah didapat,” ujar petugas Dinas Perikanan Gresik Khofifah dan Dinis Fahmi Ipmawati saat memberikan pelatihan wirausaha di balai Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Senin (17/12/18).
Khofifah menyebutkan, masyarakat Desa Watuagung harus mempunyai jiwa berberwirausaha. Sehingga, bisa melihat peluang yang ada. Sumber daya alam harus dimanfaatkan dengan baik. Ikan bandeng misalnya bisa dimanfaatkan sebagai produk makanan. Contohnya, sosis, nugget, bakso dan sebagainya. Meski begitu, pengelolahannya harus dilakukan dengan baik. Tidak boleh sembarangan.
\\\”Kalau ada yang salah, berdampak pada rasa,” tuturnya.
Sementara , Abdul Rozaki (22) salah satu pemdua Desa Watuagung mengatakan, dirinya mengajak para pemuda-pemudi di Desa Watuagung, Kramat dan Tanjung Widoro untuk hidup mandiri melalui wirausaha.
\\\”Dari kegiatan seminar kewirausahaan yang digagas oleh Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD) bekerjasama dengan Karang Taruna Tunas Harapan, Desa Watuagung, harus dimanfaatkan dengan baik. Sebab, potensi hasil ikan laut di Mengare sangat besar,\\\” katanya.
Dirinya menyadari sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Untuk itu melalui inovasi dan wirausaha dengan memanfaatkan ikan bandeng dan ikan hasil tangkapan laut.
\\\”Harapannya, ke depan para pemuda dan masyarakat setempat bisa hidup mandiri. Selain itu dapat meningkatkan taraf perekonomian warga serta bisa menciptakan lapangan kerja,\\\” tandasnya. [dny/but]





