Bojonegoro (beritajatim.com) – Jembatan penghubung Bojonegoro kota dengan Kecamatan Trucuk mulai diuji beban. Jembatan yang diberi nama Sosrodilogo itu diuji beban dengan cara menggunakan pembebanan sebanyak 38 dumb truck berisi muatan.
\\\”Masing-masing dumb truck berisi muatan dengan berat 10,4 ton,\\\” ujar Kasi Jembatan Dinas PU Bina Marga Dan Tata Ruang Kabupaten Bojonegoro, Chusaifi Ivan, Senin (17/12/2018).
Jembatan dengan panjang 145 meter dan lebar 9 meter yang melintang di atas Sungai Bengawan Solo itu mulai diuji beban atau loading test sejak Kamis (14/12/2018). Pengecekan dilakukan untuk mengetahui kekuatan tonase jembatan Sosrodilogo.
\\\”Di dalam loading test jembatan dipasang alat sensor, dumb truck yang dilibatkan berhenti berjejer di tengah jembatan,\\\” jelas Chusaifi Ivan.
Chusaifi Ivan mengungkapkan loading test ini guna mengukur tingkat keamanan dan struktur pembangunan jembatan, setelah dites dengan beberapa alat, nantinya dapat diketahui analisis pemenuhan kontruksi jembatan sesuai dengan desain atau tidak.
\\\”Pada loading test ini, guna mengetahui sejauh mana proses pembangunan jembatan sesuai dengan kreteria dan desain yang diharapkan oleh Pemkab Bojonegoro,\\\” lanjutnya.
Sekadar diketahui, dalam loading test itu juga melibatkan Dinas Kementerian PU dan PR dari pusat. Uji beban ini di handle langsung oleh kementrian yang bersangkutan. \\\”Beban statis maksimal jembatan Sosrodilogo adalah 550 ton, nanti juga akan diuji 70 persen dari beban maksimal,\\\” pungkas Chusaifi. [lus/but]





