Ringkasan Berita
Bank Indonesia Kediri bersama Pemkot Kediri menggelar Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026 pada 4-6 September 2026.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Wilayah Mataraman melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, kegiatan dipusatkan di kompleks Balai Kota Kediri.
SYIAR 2026 menghadirkan lebih dari 50 produk UMKM dari 13 kabupaten/kota Mataraman serta lebih dari 40 produk kuliner dan kopi tersertifikasi halal.
Gelaran ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 di Surabaya sekaligus mendorong transaksi, pembiayaan, literasi, dan penguatan ekosistem halal.
SYIAR 2026 Digelar di Kota Kediri, BI Dorong Ekonomi Syariah Mataraman Berbasis Sinergi dan Transformasi Digital
Kediri (beritajatim.com) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri bersama Pemerintah Kota Kediri kembali menggelar Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026 sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di kawasan Mataraman.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Wilayah Mataraman melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, SYIAR 2026 berlangsung pada 4–6 September 2026 di kompleks Balai Kota Kediri.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Perwakilan BI Kediri Yayat Cadarajat bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
SYIAR 2026 menjadi bagian dari rangkaian kegiatan nasional Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya pada 25-27 September 2026.
BI: Ekonomi Syariah Berpotensi Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
Kepala Perwakilan BI Kediri Yayat Cadarajat mengatakan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Mataraman.
Potensi tersebut ditopang keberadaan pelaku UMKM, pesantren, lembaga keuangan syariah, komunitas, serta industri halal yang dapat dikembangkan secara terintegrasi.
“Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Mataraman,” kata Yayat.
Menurutnya, SYIAR tidak sekadar menjadi kegiatan pameran atau event tahunan. Kegiatan tersebut diarahkan menjadi ruang pertemuan berbagai unsur untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.
“SYIAR 2026 bukan sekadar event, tetapi menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku usaha, pesantren, lembaga keuangan syariah, pemerintah, komunitas, dan masyarakat agar ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Mataraman semakin terhubung dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan apresiasi kepada BI Kediri yang dinilai terus mendampingi dan mengawal perekonomian daerah, termasuk melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Tiga Pilar Jadi Fokus SYIAR 2026
Penyelenggaraan SYIAR 2026 diarahkan pada tiga pilar utama Blueprint Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia.
Pertama, penguatan ekosistem rantai nilai halal yang terintegrasi dan berdaya saing. Kedua, optimalisasi pembiayaan syariah. Ketiga, perluasan literasi dan inklusi ekonomi serta keuangan syariah.
Implementasinya mencakup penguatan ekosistem halal food, modest fashion dan pariwisata ramah muslim. Selain itu, pengembangan keuangan syariah komersial maupun sosial serta peningkatan literasi masyarakat juga menjadi perhatian.
Pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada edukasi dan pameran. BI mendorong agar kegiatan tersebut berlanjut pada perluasan transaksi, akses pembiayaan, business matching, kerja sama usaha hingga penguatan ZISWAF produktif.
Transformasi digital menjadi salah satu instrumen penting untuk memperluas transaksi, akses pembiayaan, promosi produk dan literasi masyarakat.
Dari Sertifikasi Halal hingga Zona KHAS
BI Kediri juga terus menjalankan sejumlah program konkret untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Mataraman.
Pada sisi hulu, penguatan ekosistem halal dilakukan antara lain melalui sertifikasi juru sembelih halal. Sementara dari sisi hilir, dilakukan akselerasi implementasi Zona Kuliner Halal, Aman dan Sehat (Zona KHAS).
Dalam sektor pembiayaan, BI mendorong pelaku usaha syariah agar dapat memperoleh akses pembiayaan berbasis syariah.
Sementara itu, pengembangan keuangan sosial syariah diperkuat melalui kampanye wakaf tunai. Salah satunya telah dilakukan melalui kegiatan SYIAR QRIS Run pada Agustus 2026.
Penguatan literasi juga dilakukan melalui Training of Trainers (ToT) bagi guru SMA, kompetisi ekonomi dan keuangan syariah, talkshow serta showcase produk halal unggulan dari wilayah Mataraman.
Puluhan Produk UMKM Mataraman Dipamerkan
Selama tiga hari pelaksanaan, SYIAR 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat diikuti masyarakat.
Pameran menampilkan lebih dari 50 produk UMKM unggulan dari 13 kabupaten/kota di wilayah Mataraman. Produk yang ditampilkan mencakup makanan hingga modest fashion.
Masyarakat juga dapat menikmati lebih dari 40 produk kuliner dan kopi yang telah tersertifikasi halal, termasuk produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha dari pondok pesantren.
Berbagai kompetisi turut digelar, mulai dari kompetisi dakwah, cerdas cermat untuk pelajar SMA hingga kompetisi memasak.
Selain itu, masyarakat dapat mengikuti sejumlah kegiatan edukatif seperti talkshow, demo memasak hingga pengajian bersama Habib Ja’far Al Hadar.
Tidak hanya menghadirkan aktivitas ekonomi dan edukasi, SYIAR 2026 juga menyediakan sejumlah layanan masyarakat.
Di antaranya Halal Center, layanan Imigrasi serta Operasi Pasar Murah yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kediri.
Rangkaian kegiatan SYIAR 2026 diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pelaku usaha, pesantren, lembaga keuangan, pemerintah dan masyarakat. Dengan dukungan transformasi digital, penguatan pembiayaan serta perluasan literasi, kegiatan ini diarahkan untuk mendorong ekosistem ekonomi dan keuangan syariah Mataraman agar semakin inklusif, produktif dan berkelanjutan.
Setelah pelaksanaan di Kota Kediri, penguatan ekosistem tersebut akan berlanjut dalam rangkaian FESyar Jawa 2026 di Surabaya pada 25-27 September 2026, yang menjadi bagian penting dalam agenda pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat regional. [nm/but]






