Ringkasan Berita:
- Minimarket di Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, dibobol maling yang masuk melalui plafon.
- Pelaku menggondol seluruh rokok di etalase dan sejumlah barang berharga dengan kerugian sekitar Rp30 juta.
- Polisi menduga aksi dilakukan lebih dari satu pelaku dan masih mendalami rekaman CCTV.
- Tim Identifikasi Polres Ngawi telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa sebatang kayu.
Ngawi (beritajatim.com) – Aksi pembobolan minimarket kembali terjadi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kali ini, sebuah minimarket di Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, menjadi sasaran pencurian setelah pelaku diduga masuk dengan menjebol plafon bangunan sebelum menggasak seluruh rokok di etalase serta sejumlah barang berharga lainnya. Kerugian akibat aksi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.
Peristiwa pencurian terjadi pada Senin (27/7/2026) malam. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), seorang pelaku terlihat memasuki area kasir sekitar pukul 23.51 WIB. Pelaku berusaha menyamarkan identitasnya dengan menutupi wajah dan kepala menggunakan tas atau kantong plastik berwarna hitam.
Sesampainya di dalam minimarket, pelaku sempat menggeledah laci meja kasir untuk mencari uang. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena laci kasir dalam keadaan kosong. Pelaku kemudian naik ke atas meja kasir dan diduga berusaha merusak atau mematikan kamera CCTV agar aksinya tidak terekam.
Setelah memastikan kondisi aman, pelaku mengambil seluruh rokok yang tersimpan di etalase. Selain itu, sejumlah barang berharga lainnya juga dibawa kabur sehingga total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp30 juta.
Polisi menduga aksi pencurian dilakukan oleh lebih dari satu orang. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pelaku diduga masuk melalui sisi samping bangunan dengan menggunakan sebatang kayu sebagai tangga untuk memanjat dinding, kemudian menjebol plafon sebagai akses masuk ke dalam minimarket.
Sementara itu, pelaku lain diduga bertugas mengawasi situasi di sekitar lokasi guna memastikan kondisi tetap aman selama aksi pencurian berlangsung.
Kasus tersebut baru diketahui pada Selasa (28/7/2026) pagi saat karyawan datang untuk membuka minimarket. Mereka mendapati kondisi toko sudah berantakan. Laci meja kasir terbuka, seluruh rokok di etalase hilang, dan plafon bangunan tampak jebol.
“Taunya kita buka dalam sudah acak-acakan, laci terbuka dan rokok di etalase habis, plafon jebol bekas maling. Kita lapor polisi, kerugian sekitar Rp30 juta,” kata karyawan minimarket, Andrean Bagus Rahmandika.
Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Ngawi Kota bersama Tim Identifikasi Polres Ngawi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti.
Kapolsek Ngawi Kota AKP Jais Bintoro mengatakan pihaknya masih mendalami rekaman CCTV guna mengidentifikasi pelaku dan menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan lebih dari satu orang.
“Kita langsung datangi lokasi bersama tim ident dari Polres. CCTV masih kita dalami. Yang dicuri rokok dan barang berharga lainnya,” ujar AKP Jais Bintoro.
Dalam proses olah TKP, polisi memeriksa sejumlah titik di dalam minimarket, mulai dari area kasir, etalase rokok hingga bagian plafon yang dijebol pelaku. Petugas juga mengamankan sebatang kayu yang diduga digunakan untuk membantu pelaku memanjat dinding sebelum masuk ke dalam bangunan.
Selain itu, penyidik masih mengumpulkan rekaman CCTV dari dalam maupun sekitar minimarket. Rekaman tersebut diharapkan dapat mengungkap ciri-ciri pelaku, termasuk kendaraan yang digunakan saat melarikan diri.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku. Polisi juga mendalami kemungkinan keterkaitan kasus ini dengan aksi pembobolan minimarket lain yang sebelumnya terjadi di wilayah Kabupaten Ngawi. [fiq/beq]






