Jember (beritajatim.com) — Prestasi membanggakan di kancah internasional kembali diukir oleh civitas akademika Universitas Muhammadiyah (UM) Jember. Tim delegasi yang terdiri dari dua mahasiswa dan satu pustakawan berhasil meraih penghargaan sebagai Best Team Kedua pada ajang kepemimpinan dan literasi internasional Southeast Asian Service Leadership Network Project Indonesia 2025 (SEALNet PI25) Read to Lead.
Tim delegasi UM Jember ini beranggotakan Lutfiah Indah Fardiyatin (Mahasiswa FKIP PGPAUD), Muhammad Sulthon Al Ghifari (Mahasiswa Fakultas Psikologi), serta Helmy Wahid (Pustakawan UM Jember). Kemenangan tersebut diumumkan secara resmi pada acara Closing Ceremony yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (10/4/2026).
Penghargaan ini diraih berkat keberhasilan gerakan literasi bertajuk “Literazine” yang diusung oleh tim. Gerakan ini lahir dari visi besar untuk mengangkat potensi komunitas lokal Jember ke panggung internasional sekaligus memperkuat jejaring antar-komunitas.
”Visi dan misi utama kami adalah bagaimana komunitas-komunitas literasi di Jember ini dapat dikenal sampai ke ranah internasional. Kami membangun sistem kolaborasi untuk mempersaudarakan komunitas satu dengan yang lain demi meningkatkan kapasitas komunitas literasi di Jember secara menyeluruh,” ujar Helmy Wahid mewakili tim.
Perjalanan panjang tim UM Jember diawali dari proses seleksi proposal Literazine, hingga berhak mengikuti pelatihan dan pembekalan intensif selama lima hari pada 16–20 Juli 2025 di Jakarta. Selama di Jakarta, mereka mengunjungi berbagai institusi literasi terkemuka seperti Perpustakaan Jakarta & HB Jassin,
Perpustakaan UI, dan Gramedia Pustaka Utama Palmerah, serta mendapatkan bimbingan langsung dari enam mentor lintas negara Asia Tenggara (Vietnam, Thailand, Myanmar, Filipina, Indonesia, dan Singapura).
Usai pembekalan, tim menjalankan komitmen implementasi proyek selama sembilan bulan, terhitung sejak Juli 2025 hingga April 2026. Berlokasi di lingkungan kampus UM Jember, ruang publik, dan berbagai titik lokasi komunitas di Kabupaten Jember, tim sukses mengeksekusi lima program kerja utama:
Library Tour: Program penyambutan mahasiswa baru untuk mengenalkan ekosistem dan fasilitas perpustakaan kampus.
Galeri Ketuts Tour: Sesi jelajah seni dan literasi yang berkolaborasi dengan komunitas lokal seperti Kanca Aksara, Literaya, Pena, dan PNE.
Kunang-Kunang & Nara Garden Tour: Program integrasi literasi dengan edukasi lingkungan yang dirancang ramah anak.
Gerakan Literasi Inklusif Bahasa Isyarat: Kolaborasi bersama BISINDO dan JBP untuk membuka akses literasi bagi anak-anak dan masyarakat berkebutuhan khusus.
English Mentoring (Fluent Friends): Program pendampingan bahasa Inggris bekerja sama dengan Teaching Beyond Borders Singapura untuk memperluas cakrawala global siswa di Indonesia.
Pihak penyelenggara SEALNet PI25 menilai pendekatan literasi yang dihadirkan tim UM Jember sangat kuat karena mengusung nilai inklusif, ramah anak, dan berwawasan global. Ditambah dengan komunikasi tim yang solid, proaktif, serta dampak nyata dari jaringan kolaborasi lintas komunitas yang dibangun, tim UM Jember dinilai sangat layak menyabet predikat Best Team Kedua di ajang bergengsi ini.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi berbasis kolaborasi akar rumput di tingkat daerah memiliki potensi besar untuk bersinar dan menginspirasi di kancah internasional.[ Lutfiah Indah Fardiyatin]






