Pamekasan (beritajatim.com) – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Jawa Timur, Lia Istifhama meyakini kondisi keterbatasan anggaran yang dialami mayoritas pemerintah daerah dapat berdampak terhadap munculnya kesadaran kolektif untuk bersama-sama membangun sebuah daerah.
Hal tersebut disampaikan saat berkunjung ke Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Jum’at (24/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, senator yang familiar disapa Ning Lia disambut langsung oleh Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman bersama sejumlah jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia menilai upaya Pemkab Pamekasan dalam menjaga stabilitas pembangunan patut diapresiasi, sekalipun tengah dihadapkan pada tantangan fiskal yang cukup berat.
“Di tengah adanya pemotongan dana transfer daerah yang mencapai hingga Rp200 miliar, tentu hal ini bukan hal mudah. Namun kami melihat ada semangat kolaborasi yang terus dibangun antara pemerintah daerah dengan masyarakat,” kata Lia Istifhama.
Terlebih keterbatasan anggaran juga berdampak nyata pada belum optimalnya pemenuhan kebutuhan infrastruktur, khususnya di wilayah pedesaan. Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut justru dapat memunculkan kesadaran kolektif untuk bersama-sama membangun daerah.
“Dulu pembangunan banyak bergantung pada (pemerintah) pusat, sekarang ada dorongan kesadaran bahwa pembangunan adalah tanggungjawab bersama, bukan hanya pemerintah semata, tetapi juga masyarakat,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Ning Lia juga menyatakan komitmennya untuk terus menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan pusat, termasuk membuka ruang koordinasi yang lebih intensif. “Silaturahmi dan komunikasi harus terus dijaga, kami di DPD RI siap menjadi penghubung agar aspirasi daerah bisa tersampaikan dengan baik ke pemerintah pusat,” pungkasnya. [pin/suf]






