Pamekasan (beritajatim.com) – Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, Moh Dannur menyampaikan tiga pesan penting kepada mahasiswa yang diterjunkan untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) Ke-30 Tahun 2026. Ketiga pesan tersebut meliputi meluruskan niat, bijak dalam menggunakan media sosial (medsos), serta selalu menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian.
Pesan tersebut disampaikan saat melepas sebanyak 257 mahasiswa peserta PKN Ke-30 Tahun 2026, yang disebar di 22 titik berbeda di Pamekasan, Sabtu (25/7/2026). Bahkan pihaknya juga menegaskan jika keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari sikap, etika, dan kemampuan mahasiswa dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
“Hal pertama yang harus dilakukan adalah meluruskan niat, jadikan kegiatan ini sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana belajar mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah,” kata Moh Dannur.
Menurutnya, niat yang benar akan menjadi landasan bagi mahasiswa dalam menjalankan setiap aktivitas di lokasi pengabdian dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Meluruskan niat sekalipun terdengar klasik, tapi nasihat ini merupakan sebuah warisan. Jangan pernah lupa dari mana kita berangkat, sebagai bagian dari kampus yang menjunjung nilai integrasi ilmu, amal dan akhlak, kita memiliki tanggung jawab moral yang besar, terlebih ketika masyarakat mengenal kita dengan panggilan ustaz,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam bermedia sosial. Ia meminta mahasiswa berhati-hati saat mengunggah foto, video, maupun informasi selama menjalankan program PKN agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun merugikan pihak lain.
“Media sosial harus digunakan secara bijak, jangan sampai unggahan yang dibuat justru menimbulkan polemik atau mencederai kepercayaan masyarakat. Jadilah duta kampus yang mampu menyebarkan konten positif, edukatif, dan menginspirasi,” imbaunya.
Menjaga nama baik almamater juga tidak lepas dari pesan penting yang disampaikan dihadapan mahasiswa peserta PKN. “Selama berada di tengah masyarakat, setiap mahasiswa merupakan representasi dari IAI Al-Khairat Pamekasan, sehingga setiap tindakan dan perilaku akan menjadi penilaian terhadap institusi,” tegasnya.
“Saudara membawa nama baik kampus. Karena itu, tunjukkan sikap santun, disiplin, bertanggung jawab, serta hormati adat istiadat dan budaya masyarakat setempat. Bangun komunikasi yang baik dengan aparat desa, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen yang ada,” sambung Moh Dannur.
Pihaknya berharap seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan program PKN sebagai wadah mengembangkan kemampuan akademik, kepemimpinan, kerja sama, serta kepedulian sosial melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program PKN ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, setiap mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah,” jelasnya.
Sementara Ketua Pelaksana PKN Ke-30 IAI Al-Khairat Pamekasan, Moh Ramin menyampaikan program PKN kali mengusung tema ‘Aksi Nyata Desa Berdaya’ dengan mengunakan pendekatan Participatory Action Research alias PAR. “Pendekatan ini dipilih agar mahasiswa tidak hanya datang membawa program kerja, tetapi juga mampu membangun kemitraan dengan masyarakat dalam setiap tahapan pengabdian,” ucapnya.
“Artinya kami ingin mahasiswa hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sekadar pelaksana program. Karena itu, pendekatan PAR menjadi dasar pelaksanaan PKN tahun ini agar seluruh kegiatan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Program PKN merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang sudah menyelesaikan sedikitnya 120 SKS, program tersebut dijadwalkan digelar selama sebulan kedepan, terhitung mulai hari ini hingga 25 Agustus 2026 mendatang. Bahkan setelah seluruh rangkaian program tuntas, mahasiswa yang dibagi dalam beberapa kelompok harus mempresentasikan laporan hasil pengabdian pada 1 September 2026 mendatang. [pin/kun]






