Blitar (beritajatim.com) – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di wilayah pesisir selatan Kabupaten Blitar. Merespons ancaman krisis air bersih tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Sidorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Wates, Rabu (22/7/2026).
Penyaluran yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini menerjunkan dua armada truk tangki dengan total volume 12.000 liter air bersih. Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar harian bagi 539 jiwa dari 208 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di wilayah RT 02 dan RT 03 (RW 01) serta RT 02, RT 03, dan RT 04 (RW 02).
“Penyaluran air bersih ini merupakan langkah tanggap darurat pemerintah daerah dalam merespons dampak kekeringan. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat akan air layak konsumsi dapat terpenuhi,” ungkap Wahyudi Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Jumat (24/07/2026).
Kecamatan Wates secara geografis dikenal sebagai salah satu kawasan di Kabupaten Blitar yang rentan mengalami penurunan debit air tanah saat kemarau panjang. Penurunan pasokan air ini berpotensi mengganggu aktivitas harian warga jika tidak segera ditangani.
Melalui pendistribusian ini, BPBD berharap dapat meringankan beban ekonomi dan logistik warga Dusun Sidorejo yang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Sebagai langkah antisipasi ke depan, BPBD Kabupaten Blitar terus melakukan pemetaan serta pemantauan intensif di titik-titik rawan kekeringan lainnya. Penyaluran air bersih lanjutan disiapkan secara berkala sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan,” ungkapnya.
Sementara itu warga Wates Kabupaten Blitar berharap bantuan air bersih ini bisa terus dilakukan dan bukan hanya simbolis. Pasalnya saat ini air bersih menjadi kebutuhan utama warga.
“Kami berharap bantuan ini akan rutin di kirim hingga musim penghujan tiba,” ungkap Amin warga Wates.
Kekeringan yang melanda Kecamatan Wates biasanya terjadi hingga berbulan-bulan. Warga pun terpaksa menghemat penggunaan air bersih agar tak kehabisan.
“Ya semua dihemat agar tetap punya stok air bersih untuk makan minum,” tegasnya.
Selain menggantungkan dari bantuan pemerintah, warga kini cuma berharap dari sumber sumber mata air yang ada. Warga berharap sumber mata air ini akan tetap mengeluarkan air bersih guna keperluan mandi, minum hingga memasak. (owi/aje)






