Ringkasan Berita
Yayasan Kanker Indonesia Kota Kediri melantik pengurus baru masa bakti 2026–2031 dengan Agus Sulistiawan sebagai ketua.
Wali Kota Vinanda Prameswati menegaskan pentingnya pendampingan moral dan edukasi bagi para pejuang kanker serta keluarganya.
Pengurus baru diharapkan memperkuat program deteksi dini kanker, edukasi kesehatan, dan vaksinasi HPV.
Pemerintah Kota Kediri menegaskan komitmennya membangun pelayanan kesehatan melalui kolaborasi dengan Yayasan Kanker Indonesia dan berbagai pihak.
Kediri (beritajatim.com) – Yayasan Kanker Indonesia Kota Kediri resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati atau biasa disapa Mbak Wali berharap kepengurusan yang baru mampu memperkuat edukasi, pendampingan, dan pelayanan bagi para pejuang kanker serta keluarganya.
Pelantikan pengurus dilakukan oleh Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Jawa Timur Joni Wahyuhadi di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Kamis (23/7/2026). Dalam kepengurusan periode 2026–2031, Agus Sulistiawan dipercaya menjabat sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia Kota Kediri.
Dalam sambutannya, Vinanda mengatakan bahwa kabar seseorang didiagnosis mengidap kanker merupakan kenyataan yang tidak pernah diharapkan siapa pun. Pada kondisi tersebut, dukungan dari keluarga, masyarakat, dan lembaga pendamping menjadi sangat penting selain pengobatan medis.
“Di situlah saya meyakini Yayasan Kanker Indonesia mengambil peran yang begitu mulia, menjadi pendamping sekaligus penyemangat bagi para pejuang kanker dan keluarganya agar tetap kuat menjalani setiap proses pengobatan,” tuturnya.
Menurut Vinanda, pergantian kepengurusan bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi kelanjutan estafet pengabdian yang telah dibangun oleh pengurus sebelumnya.
Ia menegaskan kepedulian terhadap para penyintas dan pejuang kanker tidak boleh berhenti meskipun kepengurusan berganti. Program-program yang telah berjalan di Yayasan Kanker Indonesia Kota Kediri diharapkan terus dilanjutkan, diperkuat, dan disempurnakan dengan berbagai inovasi.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kota Kediri Masa Bakti 2021–2026. Setiap penyuluhan yang telah dilakukan, setiap pendampingan kepada pasien dan keluarganya, setiap kegiatan sosial yang dilaksanakan, mungkin tidak selalu menjadi sorotan,” jelasnya.
Kepada pengurus baru, Vinanda berharap YKI Kota Kediri semakin adaptif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks, vaksinasi HPV, serta berbagai jenis penyakit kanker lainnya.
Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, organisasi tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan harapan dan semangat bagi para pejuang kanker beserta keluarganya.
Vinanda menegaskan Pemerintah Kota Kediri akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Kediri yang MAPAN. Namun, menurutnya pembangunan sektor kesehatan memerlukan kolaborasi berbagai pihak.
“Dibutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk Yayasan Kanker Indonesia, yang selama ini telah menjadi mitra penting dalam membangun kesadaran, kepedulian, dan semangat gotong royong di bidang kesehatan,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan tali asih dan cinderamata kepada para pejuang kanker sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moral.
Acara pelantikan turut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari, Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh A.M. Qowimuddin, kepala OPD terkait, pimpinan rumah sakit, jajaran Yayasan Kanker Indonesia Provinsi Jawa Timur, serta tamu undangan lainnya. [nm/but]





