Ringkasan Berita:
- Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Katol Barat, Bangkalan, ditargetkan selesai pada 2027.
- Sekolah berkonsep asrama tersebut dijadwalkan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2027.
- Pemkab Bangkalan mematangkan kesiapan lahan, administrasi, dan perencanaan teknis sebelum pembangunan dimulai.
- Antusiasme masyarakat tinggi dengan usulan calon peserta didik mencapai 300 hingga 600 siswa.
Bangkalan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bangkalan menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Katol Barat, Kecamatan Geger, rampung pada 2027. Setelah seluruh bangunan dan fasilitas pendukung selesai, sekolah berkonsep asrama tersebut akan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran baru 2027.
Saat ini, Pemkab Bangkalan terus mematangkan berbagai persiapan, mulai dari kesiapan lahan, kelengkapan administrasi, hingga perencanaan teknis. Langkah tersebut dilakukan agar proses pembangunan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan, Sekolah Rakyat di Bangkalan merupakan bagian dari pembangunan tahap III program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kami memastikan seluruh persiapan pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai rencana. Mulai dari kesiapan lahan, administrasi, hingga perencanaan teknis harus benar-benar matang agar proses pembangunan dapat berjalan optimal,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Menurut Lukman, pembangunan fisik sekolah beserta seluruh fasilitas pendukung ditargetkan selesai pada 2027 sehingga dapat langsung difungsikan pada tahun ajaran baru.
“Kami menargetkan pada tahun 2027 pembangunan sudah selesai secara keseluruhan dan seluruh fasilitas pendukung telah tersedia. Dengan demikian, Sekolah Rakyat ini dapat mulai digunakan untuk menerima peserta didik pada tahun ajaran baru 2027,” katanya.
Ia mengungkapkan, minat masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat cukup tinggi. Berdasarkan pendataan sementara, usulan calon peserta didik telah mencapai sekitar 300 hingga 600 siswa.
Namun, pada tahap awal jumlah siswa yang diterima akan disesuaikan dengan kapasitas asrama yang masih dalam proses pengembangan. Seiring penyelesaian pembangunan fasilitas, daya tampung sekolah akan ditingkatkan secara bertahap.
Lukman berharap kehadiran Sekolah Rakyat mampu menjadi solusi untuk pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Bangkalan. Selain memberikan layanan pendidikan formal, sekolah ini juga dirancang dengan sistem berasrama sehingga peserta didik memperoleh pembinaan karakter, kedisiplinan, dan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
“Dengan target penyelesaian pada 2027, Sekolah Rakyat ini diharapkan segera beroperasi dan menjadi salah satu pusat pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Bangkalan,” ucapnya. [sar/beq]






