Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan menyalurkan bantuan kepada keluarga Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok, yang hilang kontak selama 50 hari terhitung sejak 3 Juni 2026, dan hingga kini belum juga ditemukan.
Bantuan berupa uang tunai total Rp9 juta dan paket sembako dsei Baznas Lamongan tersebut, diserahkan langsung Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Kantor Rukun Nelayan (RN) Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Rabu (22/7/2026).
Selain itu, keluarga juga menerima paket sembako dari Dinas Sosial dan Dinas Perikanan Lamongan, serta bantuan sembako dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan.

Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keluarga para nelayan yang hingga kini masih menanti kabar keberadaan anggota keluarganya.
“Pemerintah Kabupaten Lamongan turut prihatin atas kejadian hilang kontak ABK KMN Entok. Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Yuhronur, saat menyalurkan bantuan.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menegaskan, proses pencarian terhadap ABK KMN Entok masih terus berlanjut. Basarnas bersama berbagai unsur terkait, terus melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan, mulai dari sekitar Madura, Kangean hingga mengarah ke perairan Sulawesi.
“Basarnas dan semua tim tidak pernah berhenti melakukan pencarian. Kita semua tetap berharap suatu saat nanti kapal maupun para korban bisa ditemukan,” tuturnya.

Selain Pak Yes juga memastikan keberlanjutan perlindungan sosial bagi keluarga nelayan. Salah satunya melalui perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan, yangsaat ini telah menjangkau sekitar 24 ribu nelayan di Lamongan, sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko kerja.
Pemkab Lamongan juga berupaya mendukung masa depan anak-anak keluarga korban melalui Program Beasiswa Perintis, agar pendidikan mereka tetap dapat berlanjut meski tengah menghadapi musibah.
“Nanti akan didata oleh Dinas Sosial. Kalau memenuhi kriteria, akan dibantu melalui program yang ada. Yang terpenting, putra-putri panjenengan tetap bisa melanjutkan sekolah. Pemerintah Kabupaten Lamongan akan berupaya membantu,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Rukun Nelayan Blimbing Nur Wahid, berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus mendampingi keluarga korban, baik melalui bantuan sosial, perlindungan sosial, maupun dukungan pendidikan, sembari terus berkoordinasi dengan seluruh pihak dalam proses pencarian.
“Kami berharap hal-hal yang baik bagi keluarga,” ucapnya. (fak/but)






