Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggelontorkan anggaran Rp 8,15 miliar untuk menata kawasan wisata religi Makam Batoro Katong di Kelurahan Setono, Ponorogo. Dana tersebut bukan digunakan untuk membangun kompleks makam.
Namun, untuk membenahi lingkungan permukiman di sekitarnya. Hal itu dilakukan agar lebih nyaman, bersih, dan ramah bagi ribuan peziarah yang datang setiap tahunnya.
Penataan itu menjadi langkah awal memperkuat kawasan Makam Batoro Katong sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan di Ponorogo. Selain memperbaiki kualitas lingkungan, proyek tersebut juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan makam.
“Anggarannya dari Pemprov Jatim,” kata Kabid Kawasan Permukiman DPUPKP Ponorogo Dwi Puspitorini, Rabu (22/7/2026).
Dwi menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari Program Penanganan Kawasan Kumuh Terpadu dan Terintegrasi milik Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jawa Timur. Nilainya mencapai Rp 8,15 miliar, yang terdiri atas Rp 7,05 miliar untuk pembangunan drainase dan peningkatan jalan lingkungan. Selain itu, Rp 800 juta untuk pembangunan TPS3R, serta Rp 300 juta untuk pembangunan MCK Plus beserta instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“Kabupaten hanya mengusulkan, sedangkan pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh provinsi,” katanya.
Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 150 hari atau sebelum akhir 2026. Dengan penataan itu, wajah kawasan bakal disulap menjadi lebih ramah terhadap peziarah. Di mana yang selama ini masih terkesan semrawut, dibuat berubah menjadi lingkungan yang lebih representatif untuk mendukung aktivitas wisata religi.
“Harapannya kawasan yang sebelumnya terkesan kumuh berubah menjadi lingkungan yang bersih, nyaman, dan mendukung pengembangan wisata religi Batoro Katong,” ungkap Dwi.
Pemkab Ponorogo juga telah menyiapkan rencana lanjutan agar penataan kawasan tidak berhenti pada lingkungan permukiman. Dwi menyebut pihaknya mengusulkan bantuan kepada pemerintah pusat untuk merevitalisasi area di dalam kompleks Makam Batoro Katong. Selain itu, juga mengusulkan membangun kantong parkir di sisi selatan Kelurahan Setono. Jika usulan tersebut terealisasi, fasilitas bagi peziarah dipastikan akan semakin lengkap.
“Kehadiran area parkir yang lebih memadai nantinya diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan saat musim ziarah,” pungkas Dwi.
Dengan anggaran dari Pemprov Jatim senilai Rp 8,15 miliar itu, pekerjaan akan menyasar sejumlah ruas di sekitar kawasan makam, seperti Jalan Barito, Jalan Raden Wijaya, dan Jalan Rantamsari. Saluran drainase lama akan diganti menggunakan sistem U-Ditch, jalan lingkungan dipaving. Selain dipaving, juga dilengkapi penerangan jalan dan gapura kawasan. Sehingga akses menuju lokasi ziarah malam menjadi lebih tertata. (end/ted)






