Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengaku mendapat banyak bahan evaluasi setelah timnya hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan PSIS Semarang pada laga Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (19/7/2026).
Pelatih asal Portugal itu mengatakan hasil pertandingan bukan menjadi satu-satunya fokus. Menurutnya, laga tersebut dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan para pemain saat menghadapi tekanan pertandingan yang sesungguhnya di hadapan ribuan suporter.
Dalam pertandingan tersebut, Tavares sengaja memberi kesempatan bermain kepada banyak pemain. Ia ingin membandingkan performa yang ditunjukkan saat latihan dengan penampilan mereka ketika berada di atmosfer pertandingan kompetitif.
“Kami mencoba memainkan banyak pemain untuk melihat kemampuan mereka. Satu hal itu di latihan, hal lainnya adalah tekanan di dalam pertandingan. Saya ingin melihat siapa pemain yang memiliki kapasitas bermain di bawah tekanan. Di sini, di GBT dengan atmosfer seperti ini, rasanya total berbeda,” ujar Tavares usai pertandingan.
Tavares juga menyampaikan apresiasi kepada Bonek dan Bonita yang memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo dan menciptakan atmosfer luar biasa selama pertandingan berlangsung.
Meski puas dengan sejumlah peluang yang berhasil diciptakan timnya, ia mengaku kecewa karena Persebaya gagal mempertahankan keunggulan. Menurutnya, dua gol balasan PSIS terjadi akibat kelengahan para pemain sendiri.
Selain itu, ia menilai kondisi fisik beberapa pemain masih belum berada pada level terbaik mengingat tim baru memulai program latihan pramusim.
“Beberapa pemain saya rasa kondisi fisiknya saat ini mereka lelah, itu normal, kami baru memulai latihan sekarang,” jelasnya.
Tavares juga memberikan apresiasi kepada PSIS Semarang yang dinilainya mampu memberikan perlawanan sengit sehingga menjadi ujian yang baik bagi kesiapan mental dan taktik Persebaya sebelum memasuki kompetisi resmi.
Sementara itu, gelandang Persebaya Rahmad Irianto menyampaikan terima kasih kepada Bonek dan Bonita yang terus memberikan dukungan kepada tim. Ia juga meminta maaf karena Persebaya belum mampu mempersembahkan kemenangan.
“Terima kasih Bonek dan Bonita yang sudah mendukung kami, dan saya sebagai pemain juga meminta maaf bahwa dengan hasil ini kami bisa banyak belajar dan akan memperbaikinya sebelum Piala Presiden bergulir. Jadi, ini kesempatan yang baik buat tim untuk memperbaiki apa kekurangan dan apa kelebihannya. Itu saja,” ujarnya.
Pada laga tersebut, Persebaya unggul lebih dulu melalui Alex Martins pada menit ke-35. Keunggulan kemudian diperbesar oleh Yann Kevin Mabella pada menit ke-52. Namun, PSIS Semarang berhasil menyamakan kedudukan lewat dua gol Lourensius Sabda pada menit ke-73 dan ke-84 sehingga pertandingan berakhir dengan skor 2-2. (way/but)






