Ringkasan Berita:
- Rumah Promosi Magetan (RPM) mengubah strategi pengelolaan untuk meningkatkan kunjungan dan penjualan produk UMKM.
- Pengelola menghadirkan kafe dan akan meluncurkan konsep wisata resto mulai Agustus 2026.
- RPM kini dikembangkan sebagai pusat wisata, edukasi, sekaligus pusat promosi produk unggulan Magetan.
- Wisata resto menyasar rombongan wisata agar lebih banyak wisatawan singgah setelah berkunjung ke Telaga Sarangan.
Magetan (beritajatim.com) – Rumah Promosi Magetan (RPM) mengubah strategi pengelolaan untuk meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus mendongkrak penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain menghadirkan kafe, pengelola juga menyiapkan konsep wisata resto yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2026 guna menyasar rombongan wisata yang berkunjung ke Kabupaten Magetan.
Pengelola Rumah Promosi Magetan, Eko Patrianto, mengatakan kondisi ekonomi saat ini mendorong pengelola untuk menghadirkan inovasi agar RPM tidak hanya menjadi tempat memajang produk, tetapi berkembang sebagai destinasi wisata, edukasi, sekaligus pusat promosi dan penjualan produk unggulan daerah.
“Kita tahu situasi ekonomi seperti ini. Jadi sebagai pengelola harus pintar-pintar memasang strategi. Langkah pertama adalah mengajak teman-teman UMKM, baik kerajinan maupun makanan dan minuman, untuk berkolaborasi sehingga RPM menjadi basis bersama. Artinya, kita kelola supaya menjadi tujuan wisata, edukasi, sekaligus tempat penjualan produk unggulan Magetan,” ujar Eko, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, berbagai produk khas Magetan kini dihimpun dalam satu lokasi, mulai dari kerajinan kulit, bambu, kayu, batik, rajut, hingga manik-manik. Selain itu, pengunjung juga dapat menemukan beragam makanan, minuman, serta oleh-oleh khas Magetan.
Meski demikian, Eko mengakui tantangan terbesar masih terletak pada membangun kebiasaan masyarakat untuk datang ke RPM, terutama pada pagi hingga siang hari. Selama ini, aktivitas pengunjung lebih ramai pada sore hingga malam.
Untuk mengatasi hal tersebut, RPM menghadirkan konsep kafe yang beroperasi mulai pukul 06.30 WIB hingga 23.00 WIB. Konsep ini diharapkan mampu menarik masyarakat datang untuk menikmati kuliner sekaligus mengenal berbagai produk UMKM yang dipasarkan di lokasi tersebut.
“Harapan kami dengan adanya kafe, selain orang datang mencari makanan, mereka juga bisa langsung melihat dan membeli produk-produk andalan Magetan. Selama dua bulan berjalan hasilnya cukup bagus dan tanggapan masyarakat juga positif,” katanya.
Sebagai upaya meningkatkan daya tarik, RPM juga rutin menggelar berbagai hiburan, seperti pertunjukan musik langsung setiap malam Minggu, serta mengadakan nonton bareng pertandingan sepak bola, bola voli, hingga balap motor.
“Selama dua bulan ini perkembangannya sudah positif. Memang pengunjung masih didominasi sore hingga malam hari,” tambahnya.
Eko menjelaskan konsep kafe tersebut dirancang untuk menghadirkan suasana yang nyaman bagi seluruh kalangan, terutama keluarga yang ingin bersantai sambil menikmati kuliner lokal.
Saat ini terdapat enam tenant makanan dan minuman di RPM. Setiap tenant diwajibkan menyediakan minimal tiga jenis menu sehingga total tersedia sekitar 20 pilihan menu bagi para pengunjung.
“Satu tenant tidak boleh hanya menyediakan satu menu. Minimal tiga menu sehingga pilihan makanan bagi pengunjung lebih beragam,” jelasnya.
Selain pusat kerajinan, RPM juga menyediakan berbagai makanan ringan khas Magetan yang dapat dijadikan buah tangan bagi wisatawan.
Ke depan, pengelola akan meluncurkan layanan wisata resto yang ditujukan bagi rombongan wisata menggunakan bus, Elf, maupun Hiace. Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Agustus mendatang.
Melalui konsep ini, rombongan wisata yang selesai berkunjung ke berbagai destinasi di Magetan, termasuk kawasan Telaga Sarangan, dapat singgah di RPM untuk menikmati hidangan sekaligus berbelanja produk unggulan daerah.
“Bus-bus wisata yang membawa rombongan bisa langsung menuju ke sini. Kami siapkan sarapan, nasi kotak hingga oleh-oleh. Jadi setelah berwisata dari Sarangan, pengunjung bisa mampir ke RPM sebagai wisata alternatif untuk makan sekaligus berburu produk unggulan Magetan,” ujar Eko.
Ia berharap Rumah Promosi Magetan semakin dikenal sebagai pusat promosi produk lokal sekaligus rest area bagi wisatawan yang berkunjung ke Magetan. Menurutnya, masukan dari wisatawan luar daerah menjadi bekal penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Dari tamu luar daerah kami mendapat banyak masukan. Harapannya mereka akan kembali datang bersama keluarga maupun rombongan. Jadi tidak perlu ke banyak tempat karena semua produk unggulan Magetan sudah kami siapkan di satu lokasi ini,” pungkasnya. [fiq/beq]






