Ponorogo (beritajatim.com) – Borgol yang sejatinya merupakan alat pengamanan, bukan benda untuk dimainkan. Namun, karena rasa penasaran dan kurang memahami risikonya, seorang remaja di Ponorogo justru harus meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar). Hal itu setelah borgol yang dikenakannya sendiri, tidak bisa dilepas akibat kuncinya tidak ada.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (16/7/2026) malam di Markas Damkar Ponorogo, Jalan Trunojoyo, Kecamatan / Kabupaten Ponorogo. Beruntung, proses pelepasan berlangsung aman tanpa menimbulkan luka pada tangan remaja tersebut.
Laporan diterima petugas sekitar pukul 21.10 WIB. Regu D Damkar Ponorogo langsung menangani permintaan bantuan itu dan mulai melakukan proses pelepasan borgol 2 menit kemudian. Penanganan selesai sekitar pukul 21.31 WIB dengan kondisi remaja dalam keadaan baik.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, menjelaskan bahwa remaja tersebut datang ke markas damkar, setelah borgol yang dipakainya tidak dapat dibuka. Menurut cerita yang diterima petugas, borgol itu ditemukan di lingkungan sekolah, kemudian dibawa pulang dan digunakan untuk bermain bersama teman-temannya.
“Menurut cerita di sekolah menemukan borgol itu. Kemudian dibawa pulang kelihatannya dibuat mainan, ternyata kuncinya tidak ada. Setelah dipakai tidak bisa dilepas. Akhirnya datang ke damkar untuk melepas itu,” kata Bambang, Jumat (17/7/2026).
Bambang menjelaskan, proses pelepasan tidak membutuhkan waktu lama. Petugas menggunakan gerinda untuk memotong borgol dengan hati-hati. Hal itu penting dilakukan agar tidak membahayakan tangan remaja tersebut. Selama proses berlangsung, petugas memastikan posisi tangan tetap aman.
“Untuk melepas sebenarnya tidak terlalu lama, sekitar 15 menit. Cara melepas kita potong pakai gerinda. Borgol tidak terlalu kencang di tangan siswa. Masih longgar, tidak sampai ke kulit,” ungkapnya.
Bambang menambahkan, remaja tersebut datang ke markas damkar bersama temannya. Sebelum meminta bantuan, mereka sempat berusaha membuka borgol sendiri. Namun upaya itu tidak berhasil karena kunci borgol memang tidak ada.
“Di rumah digunakan mainan sama teman-temannya. Setelah dipasang ternyata tidak bisa dilepas karena tidak ada kuncinya. Berusaha melepas tapi tidak bisa,” pungkasnya. [end/aje]






