Pamekasan (beritajatim.com) – Puluhan massa yang memgatasnamakan Forum Mahasiswa Pantura (FORMATUR) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jl Kabupaten 107 Pamekasan, Kamis (16/7/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyoroti dugaan praktik ‘jual beli jabatan’ dalam proses rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Salah satu orator aksi menyampaikan adanya kecurigaan publik muncul karena proses rotasi dan mutasi jabatan dinilai tidak dilakukan secara serentak. Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya permainan dalam pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemkab Pamekasan.
“Dalam rentang waktu 1,4 tahun menjabat, Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan gagal memperbaiki reformasi birokrasi karena banyaknya OPD yang hingga saat ini masih dipimpin Plt (Pelaksana Tugas),” kata orator aksi.
Bahkan dalam kesempatan tersebut, massa juga menuding adanya oknum yang disebut sebagai staf bupati yang diduga berperan dalam praktik jual beli jabatan. Sekalipun dalam aksi tersebut, mereka tidak memaparkan bukti maupun identitas oknum yang dimaksud.
“Informasi yang beredar, ada staf bupati yang melakukan praktik jual beli jabatan dan membuat posisi OPD hingga saat ini masih dipimpin Plt yang membuat OPD tidak bisa merealisasikan langkah strategis maupun kebijakan lainnya. Karena itu kami mendesak agar hal ini ditelusuri secara transparan,” ungkapnya.
Selain mengangkat isu dugaan jual beli jabatan, demonstran menilai masih banyak jabatan strategis di lingkungan Pemkab Pamekasan yang diisi Plt. Mereka meminta pemerintah segera melakukan rotasi dan mutasi secara menyeluruh agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif serta menghilangkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Seperti diketahui bersama bahwa status Plt itu tidak memiliki kewenangan untuk menerapkan langkah strategis, termasuk menerapkan berbagai kebijakan. Sehingga saat ini kondisi birokrasi justru berjalan di tempat dan gagal merealisasikan visi misi yang dicita-citakan bupati dan wakil bupati Pamekasan,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, unjuk rasa masih berlangsung. Massa secara bergantian melakukan orasi menyampaikan aspirasi sekaligus mendesak bupati dan wakil bupati Pamekasan, agar memberikan respon terhadap aspirasi yang mereka sampaikan. [pin/kun]






