Surabaya (beritajatim.com) – Program Studi Sekretari Politeknik Universitas Surabaya (Ubaya) melatih 46 pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Anak Cabang Sukolilo, Surabaya. Pelatihan ini berfokus pada penguatan tata kelola organisasi akar rumput.
Pembekalan berlangsung dalam dua gelombang pada 25 Juni dan 9 Juli 2026 lalu. Kampus Ubaya Ngagel menjadi lokasi pelatihan bagi peserta dari tingkat anak ranting hingga anak cabang se-Kecamatan Sukolilo.
Para peserta menempati posisi ketua, bendahara, serta sekretaris. Enam dosen Politeknik Ubaya memberikan materi keorganisasian yang disesuaikan dengan hasil pemetaan kebutuhan pengurus.
Materi pelatihan antara lain administrasi umum, administrasi keuangan, berbicara di depan publik, pelayanan, kepemimpinan, serta etika bermedia sosial.
“Kegiatan ini merupakan wujud implementasi kerja sama antara Program Studi Sekretari Politeknik Ubaya dengan Muslimat NU Anak Cabang Sukolilo lewat MoU pada Desember 2025 lalu,” jelas Ketua Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Novie Prasetyaning Marhaeni, Rabu (15/7/2026).
Pembekalan administrasi dirancang agar tata kelola keuangan menjadi transparan. Selain itu, materi literasi digital diberikan supaya pengurus tingkat bawah mampu menekan penyebaran informasi hoaks.
[irp posts=”1528244” ]
“Roda organisasi dan pemberdayaan umat akan berjalan lebih efektif ketika pengurus di tingkat ranting memiliki keterampilan manajerial, kepemimpinan, dan literasi digital yang mumpuni,” kata Novie.
Pengurus perempuan diharapkan menjadi sosok yang lebih komunikatif dalam melayani jamaah. Kolaborasi kampus dan organisasi massa ini menjadi langkah nyata dalam membangun fondasi ketahanan umat dari unit terkecil. [ipl/aje]






