Sumenep (beritajatim.com) – Harga cabai merah besar di pasar tradisional Sumenep mulai merangkak naik. Pekan ini harganya mencapai Rp35.000 per kilogram, naik Rp5.000 dibandingkan pekan lalu.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Idham Halil, mengatakan kenaikan harga cabai merah besar disebabkan berkurangnya stok di pasaran.
“Untuk cabai merah besar ini belum masuk masa panen. Jadi stok di pasaran tidak banyak. Karena itu, harganya mulai naik,” katanya, Rabu (15/7/2026).
Sementara itu, harga cabai rawit justru mengalami penurunan. Jika pekan lalu mencapai Rp40.000 per kilogram, pekan ini turun menjadi Rp35.000 per kilogram.
“Cabai ini memang komoditas yang harganya sangat mudah berubah. Perubahannya bisa per hari. Ini karena cabai merupakan komoditas yang tidak tahan lama. Jadi harganya sangat bergantung pada cuaca dan stok,” paparnya.
Harga bawang merah juga turun. Pekan ini harganya tercatat Rp30.000 per kilogram, turun Rp5.000 dibandingkan pekan lalu. Sementara harga bawang putih relatif stabil di angka Rp36.000 per kilogram.
Harga beras pada pekan ini juga masih stabil. Beras premium dijual Rp15.400 per kilogram, sedangkan beras medium atau beras lokal Rp13.200 per kilogram. Harga gula pasir juga tidak mengalami perubahan, tetap Rp17.500 per kilogram.
“Kalau untuk komoditas daging, harganya juga stabil. Harga daging sapi Rp130.000 per kilogram, daging ayam broiler Rp38.000 per kilogram, dan daging ayam kampung Rp80.000 per kilogram,” ujarnya.
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom Baru sebagai pasar induk dan Pasar Bangkal sebagai pasar pembanding. (tem/kun)






