Banyuwangi (beritajatim.com) – Suasana haru, bahagia, dan bangga mewarnai hari pertama masuk sekolah di Banyuwangi. Para orang tua tampak antusias mengantar anak-anak mereka memulai tahun ajaran baru sekaligus mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pemandangan tersebut salah satunya terlihat di SDN 4 Penganjuran, Banyuwangi. Sejumlah siswa baru masih tampak enggan berpisah dengan orang tuanya saat memasuki lingkungan sekolah. Namun, suasana canggung itu perlahan berubah menjadi penuh keceriaan ketika mereka mulai berinteraksi dengan teman-teman baru dan mengikuti rangkaian kegiatan MPLS.
Salah seorang wali murid, Arsya, mengaku bahagia karena putranya diterima di sekolah yang selama ini menjadi pilihannya. Meski harus menyiapkan berbagai kebutuhan sekolah, ia mengaku seluruh proses tersebut terbayar dengan melihat semangat sang anak memulai pendidikan.
Bahkan, Arsya mengantar putranya hingga ke depan kelas untuk memastikan anaknya merasa nyaman menjalani hari pertama di sekolah.
“Alhamdulillah senang sekali. Persiapan masuk sekolah banyak, tapi semuanya sudah selesai dan saya bangga melihat anak saya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Tias, wali murid lainnya. Ia mengaku bersyukur putrinya dapat bersekolah di SDN 4 Penganjuran. Meski sang anak masih tampak malu-malu, Tias optimistis putrinya akan segera beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Senang sekali bisa masuk sekolah favorit. Kakaknya juga sekolah di sini, jadi kami percaya dengan lingkungan dan pendidikannya,” kata Tias.
Antusiasme menyambut tahun ajaran baru juga terlihat di jenjang pendidikan menengah. Salah seorang peserta didik baru SMAN 1 Glagah, Aurelia Salsabila, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan MPLS di sekolah barunya.
“Hari pertama MPLS ini sangat berkesan dan membuat saya antusias menyambut tahun ajaran baru,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menjelaskan bahwa secara nasional MPLS tahun 2026 mengusung tema MPLS Ramah, yang menekankan pendekatan ramah terhadap kurikulum, lingkungan baru, warga sekolah, serta seluruh peserta didik.
“Harus dipastikan bahwa di semua satuan pendidikan, dalam proses penyambutan anak-anak di hari pertama sampai selesai MPLS ini, semua harus dilakukan dengan cara-cara yang humanis,” tegasnya.
Alfian menambahkan, pelaksanaan MPLS di setiap jenjang pendidikan maksimal berlangsung selama lima hari. Setelah kegiatan tersebut selesai, Dispendik Banyuwangi juga meminta setiap sekolah menindaklanjutinya dengan kunjungan ke rumah orang tua siswa sebagai upaya membangun komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga.
Selain itu, sesuai arahan Bupati Banyuwangi, sekolah diminta melakukan pemetaan risiko terhadap setiap peserta didik sejak awal tahun ajaran. Langkah tersebut dilakukan agar sekolah dapat lebih cepat memberikan pendampingan kepada siswa yang menghadapi persoalan tertentu.
“Pesan Ibu Bupati, sekolah harus memetakan risiko sejak awal. Bisa jadi ada anak yang memiliki persoalan ekonomi, masalah sosial, atau menjadi pelaku maupun korban perundungan. Semua itu harus dipetakan sejak awal tahun ajaran,” pungkas Alfian. [alr/but]






