Gresik (beritajatim.com)- Siapa bilang pameran UMKM hanya menjadi ajang keramaian sesaat. Fakta di Gresik justru berbicara sebaliknya. Dalam waktu hanya sembilan hari, PetroNite Fest 2026 sukses memutar uang hingga Rp14,4 miliar, menciptakan geliat ekonomi yang membuat pelaku usaha kecil tersenyum lebar.
Angka fantastis tersebut bukan sekadar statistik. Ratusan pelaku UMKM merasakan langsung lonjakan penjualan, sementara ribuan pengunjung membanjiri area festival sejak hari pertama hingga penutupan. Perputaran uang rata-rata mencapai Rp1,6 miliar setiap hari, sebuah capaian yang menunjukkan betapa besarnya daya beli masyarakat ketika ruang ekonomi rakyat benar-benar dibuka.
Dirut Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menuturkan, geliat PetroNite bukan sekadar festival hiburan, melainkan strategi nyata perusahaan untuk membangun ekosistem ekonomi kerakyatan.
“Keberadaan festival UMKM tersebut hadir sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini sejalan dengan perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat,” tuturnya, Senin (13/7/2026).
Festival UMKM yang digelar tiap tahun itu menghadirkan 670 stan yang terdiri atas UMKM, kuliner, hingga stan VIP. Ribuan produk lokal dipasarkan langsung kepada konsumen, menciptakan transaksi yang terus mengalir dari pagi hingga malam.
Yang lebih menarik, capaian tahun ini melonjak sekitar 44 persen dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp10 miliar. Kenaikan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor UMKM masih menjadi motor penggerak ekonomi daerah ketika memperoleh panggung promosi yang tepat.
Ledakan transaksi itu tidak lepas dari membludaknya jumlah pengunjung. Sekitar 55 ribu orang memadati lokasi festival. Antusiasme masyarakat terus meningkat hingga hari terakhir yang diperkirakan mencapai 65 ribu pengunjung, sementara rata-rata kunjungan harian berada di kisaran 30 ribu hingga 65 ribu orang.
Ramainya pengunjung otomatis menjadi “ladang rezeki” bagi pelaku usaha. Banyak tenant mengaku mampu meningkatkan omzet berkali-kali lipat dibanding hari biasa. Tidak sedikit pula UMKM yang berhasil memperoleh pelanggan baru dan memperluas jaringan pemasaran selama festival berlangsung.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa ketika korporasi, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama, dampaknya tidak hanya berhenti pada transaksi di lokasi acara. Efek bergandanya merambat ke sektor perdagangan, kuliner, jasa, hingga memperkuat eksistensi produk-produk lokal Gresik di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Keberhasilan PetroNite Fest 2026 sekaligus menjadi bukti bahwa pemberdayaan UMKM bukan lagi sekadar slogan. Dengan perputaran uang mencapai Rp14,4 miliar, festival ini telah menjelma menjadi mesin penggerak ekonomi daerah yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Geliat ekonomi tersebut tidak hanya dirasakan oleh pelaku UMKM. Karang taruna kelurahan di sekitar lingkungan perusahaan juga turut merasakan rezeki. Melalui jasa penitipan kendaraan roda dua dengan tarif Rp 5000. Mereka juga tersenyum karena sama-sama ketiban rejeki.
“Alhamdulillah mas saat acara PetroNite Fest 2026. Kami bisa mengisi kas karang taruna,” pungkas Andik warga Kelurahan Ngipik Gresik. [dny/aje]






