Malang (beritajatim.com) – Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D., meluncurkan inovasi minuman kesehatan bertajuk Deteko, sebuah perpaduan antara teh hijau dan kopi hijau. Produk ini diformulasikan khusus untuk menjaga kesehatan jantung dan mengatasi sindrom metabolik.
Prof. Saifur mengungkapkan bahwa gagasan menciptakan Deteko telah dirintis sejak 12 tahun silam. Ia ingin menghadirkan opsi minuman sehat di tengah masifnya konsumsi produk berbasis teh dan kopi di masyarakat.
”Konsep awal Deteko adalah mengembangkan minuman fungsional yang disukai masyarakat dan dapat menjadi pendamping terapi, terutama bagi pasien dengan sindrom metabolik,” ujar Prof. Saifur, pada Senin (13/7/2026).
Sindrom metabolik sendiri merupakan kondisi medis kompleks yang mencakup obesitas sentral, hipertensi, peningkatan kadar gula darah, trigliserida tinggi, serta rendahnya kadar kolesterol baik (HDL). Menurut Prof. Saifur, kondisi ini menjadi pintu masuk berbagai penyakit degeneratif.
”Sindrom metabolik perlu perhatian ekstra karena penderitanya kian meningkat. Jika dibiarkan, risiko penyakit jantung akan semakin tinggi. Sebagai dokter jantung, saya ingin masyarakat lebih sehat dengan mengonsumsi Deteko dua kali sehari yang terbukti klinis mampu menurunkan tekanan darah, mengatasi kegemukan, kolesterol, hingga menekan risiko serangan jantung,” jelasnya.
Keunggulan utama Deteko terletak pada proses dekafeinasi atau pengurangan kadar kafein. Langkah ini diambil untuk mencegah efek samping berupa jantung berdebar atau palpitasi yang berisiko fatal bagi penderita penyakit jantung. Meski kadar kafein dikurangi, Prof. Saifur menjamin efikasi dan nutrisi dari teh serta kopi hijau tetap terjaga.
Komitmen riset pun menjadi landasan utama produk ini. Prof. Saifur menyebutkan bahwa pengembangan Deteko telah didukung oleh 36 publikasi ilmiah berskala internasional selama 12 tahun penelitian. “Artinya, produk ini sudah teruji dan terbukti secara ilmiah,” tegasnya.
Saat ini, Deteko telah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan tengah dalam proses pengajuan izin ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Guna memperluas jangkauan dan mempercepat hilirisasi, Prof. Saifur membuka pintu kolaborasi bagi pelaku industri kopi dan teh.
”Harapannya ada kerja sama dan hilirisasi dengan pabrik-pabrik. Kami juga memiliki visi untuk mengembangkan kedai khusus Deteko agar lebih dekat dengan masyarakat,” pungkasnya. [dan/aje]






