Surabaya (beritajatim.com) – Mantan pemain Persebaya Surabaya, Arif Catur, mengenang sosok Andie Peci sebagai figur Bonek yang sederhana, santun, dan memiliki pengaruh besar di kalangan suporter Persebaya.
Meski tidak banyak bicara, Andie dinilai mampu menunjukkan kepemimpinan melalui tindakan nyata yang membuatnya dihormati banyak orang.
Bagi Arif Catur, kesan terhadap Andie Peci terbentuk dari beberapa pertemuan singkat yang pernah mereka jalani. Meskipun tidak pernah terlibat percakapan panjang, karakter Andie yang tenang dan rendah hati meninggalkan kesan mendalam.
“Saya baru ketemu beberapa kali dan tidak sempat mengobrol banyak. Tapi dari pembawaannya, kelihatan sekali orangnya baik dan tidak banyak bicara,” ujar Arif Catur saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (10/7/2026).
Sosok “Jawa Pol” yang Disukai Banyak Orang
Menurut Arif, salah satu hal yang paling menonjol dari Andie Peci adalah sikap santun dan pembawaannya yang sangat mencerminkan karakter masyarakat Jawa.
Di tengah dunia suporter yang identik dengan semangat dan militansi tinggi, Andie justru dikenal dengan gaya komunikasi yang tenang dan tidak banyak mencari perhatian.
Karakter tersebut membuatnya mudah diterima berbagai kalangan, baik oleh sesama Bonek maupun pihak lain yang pernah berinteraksi dengannya.
Pengaruh Besar di Tribun Persebaya
Meski dikenal pendiam, Andie Peci memiliki posisi penting di lingkungan tribun Persebaya. Namanya kerap disebut sebagai salah satu tokoh yang dihormati dan memiliki pengaruh besar dalam menjaga solidaritas serta citra positif Bonek.
Arif mengaku banyak mendengar cerita mengenai peran Andie dari para capo, sebutan bagi pemimpin chant atau dirigen tribun suporter.
Menurut berbagai cerita yang beredar di kalangan Bonek, Andie dikenal sebagai sosok yang selalu mengedepankan ketertiban, persaudaraan, dan tanggung jawab dalam setiap agenda dukungan terhadap Persebaya.
Dikenang Saat Kawal Bonek di Bandung
Salah satu momen yang paling sering dikenang komunitas suporter adalah ketika Andie Peci turut mengawal rombongan Bonek saat mendukung Persebaya di Bandung.
Dalam kesempatan tersebut, ia berperan sebagai koordinator sekaligus salah satu juru bicara yang membantu memastikan seluruh rombongan suporter tetap menjaga ketertiban dan menghormati tuan rumah.
Peran tersebut dinilai penting karena mampu menjaga hubungan baik antar-suporter sekaligus menunjukkan wajah dewasa komunitas Bonek di luar Surabaya.
Loyalitas yang Dibuktikan dengan Tindakan
Bagi Arif Catur, penghormatan yang diberikan kepada Andie Peci tidak lahir karena popularitas semata. Rasa hormat itu tumbuh dari konsistensi sikap dan kontribusinya selama bertahun-tahun untuk komunitas suporter Persebaya.
Di mata banyak Bonek, Andie menjadi contoh bahwa loyalitas dan kecintaan terhadap klub tidak harus selalu ditunjukkan dengan kata-kata keras atau sorotan publik.
Sebaliknya, dedikasi yang dilakukan secara tulus dan berkelanjutan justru meninggalkan jejak yang lebih kuat di hati komunitas.
Melalui sikap sederhana, ketenangan, dan pengabdiannya terhadap Persebaya serta Bonek, Andie Peci dikenang sebagai sosok yang mungkin tidak banyak berbicara, tetapi memiliki arti besar bagi perjalanan dan persatuan komunitas suporter Bajol Ijo. (ted)






