Jakarta (beritajatim.com) – Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian mengatakan, kehadiran fisik dan perhatian orang tua adalah benteng utama anak di dunia maya. Teknologi tidak boleh menggeser kedekatan emosional keluarga.
Dia juga mengingatkan pentingnya batasan waktu gawai (screentime) dan penggunaan fitur kontrol orang tua untuk menghindari risiko cyberbullying hingga penipuan online. “Yang dekat seharusnya semakin didekatkan, bukan justru dijauhkan. Orang tua wajib hadir dalam aktivitas digital anak, bukan hanya sekadar memberikan akses perangkat,” ujar Tri dalam keterangannya saat Workshop Kreasi Kriya Keluarga TUNAS yang mengusung tema “Merajut Kehangatan di Era Digital”, kemarin.
Pentingnya membatasi gawai ini juga dipertegas oleh Psikolog Klinis, Nur Hafidzah. Menurutnya, paparan layar berlebihan tanpa pengawasan bisa memicu overstimulasi otak.
“Saat anak terlalu banyak terpapar dunia digital tanpa batas, aktivitas dopamin di otak meningkat berlebihan. Akibatnya, anak bisa kesulitan berpikir kritis, susah melakukan problem solving, dan menjadi impulsif,” ungkap Nur Hafizah.
Kegiatan PP TUNAS ini untuk membangun ekosistem digital yang aman bagi anak, dimulai dari interaksi hangat di dalam rumah. Sebagai bentuk aksi nyata, seluruh peserta workshop diajak langsung membuat kerajinan serat lontar berupa Songkok Guru, kerajinan khas Kabupaten Takalar.
Melalui pembuatan kriya, anak-anak tidak hanya dialihkan dari gawai, tetapi juga diajak mengenal budaya sejak dini. Ketua Bidang Promosi dan Humas Dekranas, Indri Angga Prabowo, berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi orang tua untuk konsisten mendampingi anak. “Anak-anak membutuhkan kehadiran orang tua untuk tumbuh menjadi generasi yang tangguh, bijak, dan berbahagia, baik di dunia nyata maupun digital,” tutupnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Dekranas ke-46 dan turut dihadiri oleh Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Sita Ferry Juliantono, dan jajaran pengurus Dekranas dan Dekranasda lainnya. (hen/aje)






