Malang(beritajatim.com) – Perum Jasa Tirta I (PJT I) terus berupaya kembali memperkenalkan Waduk Selorejo, Ngantang, Kabupaten Malang sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Waduk Selorejo yang memiliki hotel, cottage, kolam renang, wisata air serta area hijau yang luas sangat cocok dijadikan ajang sport tourism.
Kini PJT I mencoba menghidupkan kembali wisata legendaris ini lewat ajang trail running bertajuk Selorejo Run Challenge 2026. Even ini akan digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026 di kawasan Waduk Selorejo dengan 2 kategori 8 K serta 17 K.
Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum Perum Jasa Tirta I, Ivania Aestrianingsih mengatakan lewat even ini mereka juga mengkampanyekan edukasi pelestarian sumber daya air. Jadi selain wisata mereka juga tetap fokus pada kelestarian sumber daya air dan hutan yang ada disekitar waduk.
“Dengan lari di sana, kita akan tahu bagaimana kondisi sedimentasi di waduk seperti apa. Jika wilayah hulu sudah beralih fungsi, laju erosi meningkat dan sedimentasi akan tertampung di waduk, sehingga ketersediaan air kita menurun. Padahal Selorejo berfungsi mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA),” kata Ivana.
Selorejo Run Challenge 2026 ini menjadi salah satu media kolaborasi untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Mereka membawa pesan keberlanjutan ekosistem hulu harus dijaga, agar pasokan air untuk pembangkit listrik maupun kebutuhan masyarakat sekitar tidak terganggu.
“Upaya menjaga kelestarian sumber daya air tidak dapat dilakukan satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, korporasi, komunitas, dan masyarakat,” ujar Ivana.
Ketua Panitia Selorejo Run Challenge 2026, Yan Christanto, menuturkan untuk kategori 17 kilometer dengan elevation gain sekitar 542 meter pelari memiliki cut off time selama 5 jam. Sedangkan, 8 kilometer dengan elevation gain sekitar 239 meter cut off time selama 2,5 jam. Para pelari akan merasakan pengalaman lari lintas alam yang menantang, namun tetap dengan pengamanan yang maksimal.
”Kompetisi ini nanti sifatnya semi-perlombaan yang dilengkapi dengan timing system digital untuk mencatat waktu peserta. Dari target 1.000 sekarang sudah 60 persen yang mendaftar,” kata Christanto. (luc/aje)






