Surabaya (beritajatim.com) – Piala Dunia 2026 memasuki fase paling menentukan. Dari total 48 negara peserta yang memulai perjalanan sejak fase grup, kini hanya tersisa delapan tim yang masih berpeluang mengangkat trofi juara dunia di New Jersey pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Babak perempat final tidak hanya menghadirkan duel para kandidat juara, tetapi juga menyimpan sejumlah catatan bersejarah. Mulai dari absennya dua raksasa sepak bola dunia, peluang lahirnya juara baru, hingga persaingan sengit perebutan Sepatu Emas.
Berikut sejumlah fakta menarik menjelang bergulirnya babak delapan besar Piala Dunia 2026:
1. Brasil dan Jerman Gagal ke Perempat Final untuk Kali Pertama
Piala Dunia 2026 menghadirkan perubahan besar dalam peta kekuatan sepak bola dunia. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah turnamen, Brasil dan Jerman sama-sama gagal mencapai babak perempat final.
Sebelumnya, kedua negara hampir selalu menjadi penghuni fase gugur. Sepanjang sejarah Piala Dunia, belum pernah kedua raksasa tersebut tersingkir sebelum babak delapan besar pada edisi yang sama.
2. Empat Tim Ulangi Prestasi Piala Dunia 2022 di Qatar
Empat negara yang berhasil menembus perempat final Piala Dunia 2022 di Qatar kembali mengulang pencapaian tersebut pada edisi 2026. Keempat tim tersebut adalah Argentina, Prancis, Inggris, dan Maroko.
Menariknya, Argentina dan Prancis kembali berada di jalur berbeda dalam bagan turnamen. Jika keduanya mampu melaju hingga partai puncak, dunia berpeluang menyaksikan final yang sama seperti edisi 2022.
Apabila itu terjadi, final beruntun dengan pasangan tim yang sama akan kembali terulang untuk pertama kalinya sejak Argentina menghadapi Jerman Barat pada Piala Dunia 1986 dan 1990.
3. Empat Negara Masih Memburu Gelar Perdana
Dari delapan kontestan yang tersisa, hanya empat negara yang pernah menjadi juara dunia, yakni Argentina (tiga gelar), Prancis (dua gelar), Inggris, dan Spanyol.
Sementara itu, Belgia, Maroko, Swiss, dan Norwegia masih berpeluang mencatat sejarah dengan meraih trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Jika salah satu dari empat negara tersebut berhasil menjadi juara, maka Piala Dunia 2026 akan melahirkan kampiun baru pertama sejak Spanyol mengangkat trofi pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
4. Norwegia Ukir Sejarah Baru
Norwegia menjadi satu-satunya tim yang untuk pertama kalinya tampil di babak perempat final Piala Dunia.
Dipimpin penyerang tajam Erling Haaland, tim Skandinavia mencuri perhatian setelah menyingkirkan Brasil pada babak 16 besar.
Langkah tersebut menjadi pencapaian terbaik Norwegia sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Di babak berikutnya, Norwegia akan menghadapi Inggris yang tercatat sebagai negara dengan jumlah penampilan terbanyak di perempat final, yakni 10 kali.
5. Maroko Cetak Rekor Baru bagi Sepak Bola Afrika
Maroko kembali menorehkan sejarah bagi sepak bola Afrika. Setelah menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal pada Piala Dunia 2022, Singa Atlas kini mencatat rekor baru sebagai tim Afrika pertama yang mampu menembus babak perempat final dalam dua edisi Piala Dunia secara berturut-turut.
Pada babak delapan besar, Maroko kembali bertemu Prancis, lawan yang juga mereka hadapi pada semifinal Piala Dunia edisi sebelumnya.
6. Dominasi Eropa Masih Berlanjut
Babak perempat final Piala Dunia 2026 didominasi wakil Eropa. Sebanyak enam dari delapan tim berasal dari Benua Biru, yakni Inggris, Prancis, Spanyol, Belgia, Swiss, dan Norwegia.
Dua slot lainnya ditempati Argentina sebagai wakil Amerika Selatan serta Maroko yang membawa harapan Afrika.
7. Mayoritas Juara Grup Bertahan
Enam dari 12 juara grup berhasil melangkah ke babak perempat final, yaitu Swiss, Belgia, Spanyol, Prancis, Argentina, dan Inggris.
Sementara Maroko dan Norwegia menjadi pengecualian setelah lolos sebagai runner-up grup. Menariknya, tidak ada tim peringkat ketiga terbaik yang mampu bertahan hingga babak delapan besar.
8. Prancis Jadi Satu-satunya Tim dengan Rekor Sempurna
Prancis tampil sebagai satu-satunya tim yang selalu meraih kemenangan dalam lima pertandingan tanpa membutuhkan babak perpanjangan waktu.
Tim asuhan Didier Deschamps tersebut menunjukkan konsistensi luar biasa sejak fase grup hingga babak 16 besar.
Argentina juga mencatat lima kemenangan, tetapi sempat menjalani extra time saat mengalahkan Cabo Verde pada babak 32 besar.
9. Spanyol Miliki Pertahanan Terbaik
Spanyol menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan satu gol pun hingga perempat final. Catatan tersebut menjadi yang pertama sejak Italia melakukannya pada Piala Dunia 1990.
Solidnya lini belakang La Roja menjadi modal penting menghadapi Belgia dalam perebutan tiket semifinal.
10. Prancis dan Argentina Paling Produktif
Selain sama-sama difavoritkan menjadi juara, Prancis dan Argentina juga berstatus sebagai tim paling tajam sepanjang turnamen. Kedua negara telah mencetak masing-masing 14 gol hingga babak perempat final.
Belgia mengikuti di posisi berikutnya dengan 13 gol, disusul Norwegia (12), Inggris (11), Maroko (10), serta Spanyol dan Swiss yang sama-sama mengoleksi sembilan gol.
11. Persaingan Sepatu Emas Semakin Sengit
Perburuan gelar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 dipastikan berlangsung hingga pertandingan terakhir.
Lionel Messi untuk sementara memimpin daftar top skor dengan koleksi delapan gol. Di belakangnya, Kylian Mbappe dan Erling Haaland terus membayangi setelah sama-sama mencetak tujuh gol.
Harry Kane juga masih berpeluang mengejar dengan enam gol, sementara Jude Bellingham, Ousmane Dembele, Ismael Saibari, dan Johan Manzambi tetap memiliki kesempatan memperbaiki catatan gol mereka pada sisa pertandingan. (faw/kun)






