Sidoarjo (beritajatim.com) – Kepengurusan DPC PKB Sidoarjo periode 2026-2031 yang dinahkodai H. Rizza Ali Faizin, resmi terbentuk. Susunan kepengurusan struktur organisasi banyak melibatkam kaum muda dan harapannya bisa memberikan energi baru menjawab tantangan Pemilu 2029.
Masuknya kaum muda di partai dilahirkan Nahdlatul Ulama (NU), setidaknya sebuah representasi pengamalan hasil muktamar di Bali. Di mana kaum muda telah diberi ruang berkiprah di partai, bahkan dapat memegang kunci dan bisa tampail sebagai pemimpin untuk kemaslahatan bangsa.
Dikatakan Ketua DPC PKB Sidoarjo H. Rizza Ali Faizin penyusunan kepengurusan ini juga sebagai wujud melaksanakan instruksi DPW PKB Jatim, berikut memberi kesempatan kaum perempuan masuk dalam jajaran kepengurusan partai.
“Kami diintsruksikan 32 persen dari kepengurusan adalah perempuan. Alhamdulillah, pengurusan saat ini hampir 39 persen adalah kaum perempuan yang sebagian besar adalah politisi kaum muda,” katanya Rabu (8/7/2026).
H. Rizza menjelaskan, sesuai kebijakan ketua umum H. Muhaimin Iskandar, bahwa PKB arahnya akan menjadi sebuah partai modern dan responsif. Artinya partai politik dikelola secara profesional, akuntabel, dan transparan, serta memiliki kemampuan cepat beradaptasi untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Sehingga dibutuhkan pengurus yang mempunyai kreativitas, inovatif dan mempunyai kepekaan dalam merespon berbagai permasalahan di tengah masyarakat, berikut mampu menyokapi segala dinamika politik regional maupun nasional.
“Di sinilah pentingnya peran kaum muda yang kami harapkan memberikan energi baru dalam menjawab segala tantangan ke depan. Kita tidak perlu lagi melihat ke belakang. Jadi yang lalu biarlah berlalu, sekarang mari kita songsong ke depan dengan segala tantangannya untuk kemenangan dan kejayaan PKB,” harap pria yang akran disapa Kaji Reza itu.
Menurut Kaji Reza, dengan kepengurusan partai sekarang, waktunya untuk Kick Off. Artinya, seluruh pengurus maupun kader saatnya melangkah maju membangun soliditas, bersinergi untuk merangkul semua komponen masyarakat untuk kebesaran PKB.
Dengan mempertahankan basis massa, kita harus bisa merebut pasar, terutama dari Gen Z dan milenial yang merupakan pemilih potensi untuk kebesaran dan kemenangan PKB ke depan.
“Target kita tentunya tidak hanya menaikkan suara dan minimal meraih 18 kursi di legislatif pada Pemilu 2029, juga merebut kembali kekuasaan eksekutif,” tegasnya.
Di sisi lain, mantan Ketua DPC PKB Sidoarjo H. Abdillah Nasih mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi suport para pengurus maupun kader serta berbagai pihak selama memimpin PKB Sidoarjo.
“Kalau pun kekurangannya tentunya bisa dipush pengurus baru yang punya style, bergaya dan strong terutama semangat dari kalangan anak muda untuk kebesaran dan kemenangan PKB ke depannya. Saya yakin dengan kepengurusan anak muda, PKB semakin bergaya, berjaya, dan menang,” paparnya.
Susunanan pengurus DPC PKB Sidoarjo, Ketua DPC PKB Sidoarjo H. Rizza Ali Faizin, wakil ketua, H. Abdillah Nasih, H. Sullamul Hadi Nurmawan, H. Moch. Damroni Chudlori, Hj. Ainun Jariyah, M. Rojik, Atok Ashari, Sutadji, dan Elok Suciwati.
Posisi sekretaris dijabat Ibnu Azzar Firdaus dan Achmad Muzayin sebagai wakil sekretaris, serta H. Usman sebagai bendahara. (isa/but)






