Pasuruan (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di perempatan patung sapi Kecamatan Pandaan akhirnya terungkap.
Peristiwa kelam yang dipicu oleh kegagalan sistem kendali sebuah kendaraan berat bermuatan besar yang melaju tak terkendali di area turunan tajam.
Insiden tabrak depan-belakang ini seketika mengubah situasi persimpangan jalan yang semula tertib menjadi peragaan penyelamatan yang dramatis. Benturan keras beruntun membuat barisan kendaraan roda dua yang sedang mengantre di lajur tengah hancur dan ringsek tergilas roda truk.
“Semula Kendaraan Truck Kontainer Nopol L-9381-CK berjalan dari arah Selatan ke Utara, sesampainya di TKP saat melintasi jalan menurun tidak bisa menguasai laju kendaraan sehingga menabrak dari belakang. Sangat disayangkan, pengemudi truk bernama Agung (34) asal Simokerto Surabaya ini ternyata berkendara tanpa memiliki STNK dan SIM yang sah,” ungkap Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno.
Gaya dorong yang masif dari kendaraan berat tersebut membuat lima unit sepeda motor standar pabrik yang berada di depannya terlempar sejauh satu hingga dua meter. Para korban yang tidak sempat menyelamatkan diri langsung terkapar di atas aspal jalan raya dengan kondisi luka yang cukup parah.
Duka mendalam menyelimuti jalannya proses evakuasi ketika petugas menemukan identitas para korban yang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Publik dihenyakkan dengan kenyataan pahit bahwa musibah komunal ini merenggut nyawa sepasang saudara kembar yang berkendara bersama.
“Kecelakaan maut ini mengakibatkan korban meninggal dunia, termasuk pengendara dan penumpang Honda PCX Nopol N-6220-TEU yang merupakan saudara kembar, yakni Moch. Ashif (25) dan Moch. Ashofi (25) asal Kelurahan Ledug Prigen,” tambah Joko.
Dari data yang diperoleh, selain saudara kembar, korban jiwa yang meninggal dunia di lokasi kejadian yakni Mukhammad Khoiron (44). Sementara itu, sopir truk kontainer yang mengalami patah kaki kanan kini dievakuasi ke RS Mitra Sehat Medika Pandaan bersama korban luka lainnya.
Lima korban luka ringan lainnya, termasuk Mukhammad Mulyadi (40), Rudiyanto (31), Erna Puji Rahayu (29), Robin Adi Saputro (39), dan Ismiyati (38) kini tengah dirawat intensif di RS Sahabat Sukorejo serta RS Asih Abyakta Gempol. Tim urusan kecelakaan lalu lintas Polres Pasuruan juga telah diterjunkan secara penuh untuk mengamankan bangkai kendaraan keluar dari jalur utama.
Otoritas kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kelalaian administrasi dan operasional yang dilakukan oleh pengemudi truk kontainer tak berizin tersebut hingga ke ranah hukum pidana. Masyarakat pengguna jalan kembali diimbau untuk selalu memeriksa kondisi kelayakan fungsi rem mekanis guna mencegah terulangnya tragedi serupa. (ada/ted)






