Surabaya (beritajatim.com) — Musisi Pop Jawa Masdddho kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Tansah”, sebuah lagu yang mengangkat kisah cinta penuh kesetiaan, pengorbanan, dan keikhlasan.
Kata “Tansah” dalam bahasa Jawa berarti “senantiasa” atau “selalu”, menggambarkan seseorang yang tetap mencintai dan menunggu pujaan hatinya meski hubungan mereka telah berubah.
Lagu ini resmi dirilis di berbagai platform musik digital, termasuk Spotify, sementara official music video (MV) telah tayang di kanal YouTube Masdddho sejak 3 Juli 2026.
Sejak peluncurannya, “Tansah” langsung menarik perhatian para penggemar musik Jawa karena liriknya yang menyentuh dan dekat dengan pengalaman banyak orang.
Pria yang memiliki nama asli Ahmad Ridho Nugroho, ini memang dikenal sebagai salah satu penyanyi Pop Jawa yang konsisten menghadirkan lagu-lagu bertema percintaan. Sebelumnya, ia sukses lewat sejumlah karya populer seperti “Kisininan” dan “Nganggur”, yang mendapat sambutan hangat dari penikmat musik Indonesia.
Secara keseluruhan, lagu “Tansah” menceritakan tentang seseorang yang tetap setia kepada orang yang dicintainya. Meski telah ditinggalkan dan seolah tidak lagi dianggap, ia masih menyimpan harapan agar suatu saat sang kekasih kembali.
Lirik-liriknya menggambarkan bagaimana tokoh dalam lagu pernah menjadi tempat bersandar, merawat luka, hingga menemani orang yang dicintainya melewati masa-masa sulit. Namun, semua pengorbanan tersebut kini seakan terlupakan.
Meski demikian, ia memilih untuk tetap mendoakan kebahagiaan orang tersebut. Bahkan di bagian akhir lagu, tersirat pesan tentang cinta yang tulus, yakni rela melihat orang yang dicintai bahagia walaupun bukan bersama dirinya.
Lirik dan Arti Lagu Tansah — Masdddho
Opo ra kelingan
Apa tidak ingat
Seng ngancani sopo
Yang menemani siapa
Loromu tak rumati
Sakitmu ku rawat
Tak goleke tombo
Kucarikan obat
Opo pancen lali
Apa memang lupa
Karo aku iki
Dengan diriku ini
Seng nadahi ilohmu
Yang menampung air matamu
Tulus nganggo ati
Tulus dengan hati
Mung pengen krungu kabarmu
Hanya ingin mendengar kabarmu
Kangen manis lesung pipimu
Rindu manis lesung pipimu
Wes suwe ora ketemu kowe
Sudah lama tidak bertemu kamu
Yen kepengen bali
Jika ingin kembali
Aku iseh neng kene
Aku masih di sini
Mbok nganti ndunyone bedah
Meski sampai dunia ini hancur
Atiku ra bakal goyah
Hatiku tak akan goyah
Ngenteni sliramu bali
Menunggu dirimu kembali
Rene nang rangkulanku
Ke sini ke pelukanku
Lan nganti nduyone sigar
Dan sampai dunia terbelah
Atiku ra bakal ambyar
Hatiku tak akan hancur
Nresnani sliramu
Mencintai dirimu
sak pedote nyowoku
Hingga akhir hayat
(Aku iseh ngenteni)
(Aku masih menunggu)
(Ngenteni kabarmu, sayang)
(Menunggu kabarmu, sayang)
Mung pengen krungu kabarmu
Hanya ingin mendengar kabarmu
Kangen manis lesung pipimu
(Rindu manis lesung pipimu
Wes suwe ora ketemu kowe
Sudah lama tidak berremu denganmu
Yen kepengen bali
Jkka ingin kembali
Aku iseh neng kene
Aku masih di sini
Mbok nganti ndunyone bedah
Meski sampai dunia ini hancur
Atiku ra bakal goyah
Hatiku tak akan goyah
Ngenteni sliramu bali
Menunggu dirimu kembali
Rene nang rangkulanku
Ke sini ke pelukanku
Lan nganti nduyone sigar
Dan sampai dunia terbelah
Atiku ra bakal ambyar
Hatiku tak akan hancur
Nresnani sliramu
Mencintai dirimu
sak pedote nyowoku
Hingga akhir hayat
(Kabarmu iseh tak enteni)
(Kabarmu masih kutunggu)
(Senajan kowe wes lali)
(Meskipun kami sudah lupa)
(Karo aku seng ngancani)
(Dengan aku yang menemani)
Sedih susahmu ndek wingi
Sedih susahmu kemarin
(Tangismu tengah wengi kae)
(Tangismu rengah malam itu)
(Mugo cukup pisan wae)
(Semoga cukup sekali saja)
(Tuluse atimu kui)
(Tulusnya hatimu itu)
Aku melu dadi seksi
(Aku juga jadi saksi)
Mugo kowe
(Semoga kamu)
Nemoni bahagia
(Menemui bahagia)
Senajan dudu
(Meskipun bukan)
Aku neng sandingmu
(Aku di sampingmu)
(fyi/but)






