Pasuruan (beritajatim.com) Pengembangan sektor pariwisata minat khusus berbasis komunitas anak muda kini mulai mendapatkan perhatian serius dari jajaran pemangku kebijakan tingkat provinsi. Wahana permainan ekstrem yang memanfaatkan rakitan kendaraan kemudi tanpa mesin ini dinilai memiliki daya tarik luar biasa untuk mendatangkan pelancong.
Aktivitas olahraga pemacu adrenalin tersebut awalnya lahir dari inisiatif pelarian kegiatan balap liar yang kerap memicu keresahan sosial di jalan raya. Transformasi positif ini berhasil mengubah perilaku negatif para remaja menjadi pegiat ekonomi kreatif yang mandiri dan produktif.
“Kami dari Pemprov mendampingi mereka pegiat gledek untuk memperoleh perizinan untuk pengelolaan event dan mendorong mereka untuk kerjasama dengan pihak terkait termasuk kesehatan dan keamanannya. Sekarang mereka sedang mengurus proses NIB,” urai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari.
Evy menegaskan bahwa potensi ekonomi dari mainan tradisional “Gledekan” di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan ini sangat besar hingga sempat memikat pasar ekspor mancanegara seperti Tiongkok dan Amerika Serikat.
Meski demikian, kendala sertifikasi peralatan keselamatan dan standardisasi sirkuit balap masih menjadi pekerjaan rumah utama yang harus dituntaskan secara kolektif. Koordinasi bersama jajaran kedinasan di tingkat daerah dipastikan akan diperketat agar instrumen mitigasi risiko cedera dapat terpenuhi dengan matang.
Karakteristik jalur turunan curam yang sepi pada waktu pagi hari menjadi modal utama dalam menentukan kelayakan rute operasional demi menghindari benturan dengan arus kendaraan umum. Penerapan konsep manajemen keselamatan secara mandiri juga telah diinisiasi oleh komunitas dengan menyediakan unit ambulans operasional secara swadaya di lapangan.
“Yang bikin kita deg-degan sebetulnya karena kita belum menstandarisasi jalur, karena kan sekali jalan mereka ada sekitar 10 baris. Kami sedang mendorong ke sana agar bisa jadi percontohan dan mengurangi angka kriminal bagi anak muda,” tambah Evy.
Dinas Pariwisata mendorong pemuda setempat untuk membuat paket wisata terpadu (bundling) agar para pengunjung dapat menikmati objek wisata lainnya di kawasan pegunungan tersebut. Mengingat di wilayah Tretes, Kecamatan Prigen banyak destinasi alam yang bisa dinikmati para pelancong.
Komitmen para pegiat olahraga ekstrem ini mendapat apresiasi tinggi karena seluruh keuntungan finansial hasil pengelolaan tiket dialokasikan untuk pembangunan fasilitas umum desa. Langkah mandiri warga ini secara nyata telah memutus rantai aksi tawuran dan balap motor liar yang dahulu marak terjadi di lereng Gunung Arjuno.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis bahwa penguatan regulasi Nomor Induk Berusaha (NIB) akan membuka jalan bagi pembentukan destinasi wisata percontohan baru. Kolaborasi taktis antara Disbudpar dan Dispora ke depan diharapkan mampu melahirkan standar operasional baku yang menjamin keamanan tanpa menghilangkan sensasi keseruannya. (ada/aje)






