Sumenep (beritajatim.com) – Anjloknya harga telur ayam broiler di pasar Sumenep dalam satu bulan terakhir, dikeluhkan para peternak ayam petelur.
Salah satu peternak asal Kecamatan Guluk-guluk, Moh. Faiq mengatakan, turunnya harga telur sudah terasa sejak satu bulan terakhir. Dan dalam dua minggu terakhir, harga telur semakin anjlok.
“Sekarang ini telur di tingkat peternak dilepas dengan harga Rp 20.000 per kg. Kalau lewat pengepul malah hanya Rp 19.000 per kg. Biasanya kalau harga normal bisa Rp 28.000 per kg,” katanya, Senin (06/07/2026).

Ia mengaku tidak habis pikir mengapa harga telur semakin hari semakin turun. Padahal di sisi lain, harga pakan dan obat-obatan untuk ayam, terus naik.
“Harga pakan dan obat-obatan makin mahal. Tidak sebanding dengan harga telur. Ya tentu saja ini berat buat kami para peternak. Kalau terus menerus seperti ini, kami bukan hanya merugi, tapi bisa gulung tikar,” ucapnya.
Informasi di lapangan, harga pakan ayam satu zak sebelumnya Rp 410.000. Saat ini melonjak menjadi Rp 430.000 per zak.
“Saya cuma berharap harga telur ayam kembali normal seperti dulu, agar orang-orang seperti kami, para peternak kecil ini bisa terus bertahan,” harapnya.
Berdasarkan data di Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, harga telur di pasar tradisional Sumenep berkisar antara Rp 23.000 – 24.000 per kg. (tem/but)






