Ringkasan Berita:
- Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana memimpin penanaman 644 bibit pucuk merah di Kecamatan Candi.
- Kegiatan merupakan bagian dari Program 1 PNS 1 Pohon Gelombang IV yang melibatkan berbagai instansi dan mitra.
- Wabup mengingatkan para pedagang kaki lima agar menjaga kebersihan kawasan tempat mereka berjualan.
- Pemerintah mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi merawat pohon demi mewujudkan Sidoarjo yang hijau, bersih, dan nyaman.
Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan melalui Program 1 PNS 1 Pohon. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana memimpin langsung penanaman 644 bibit pucuk merah di sepanjang Jalan Raya Gading Fajar 2, Perum Sidokare hingga Desa Sepande, Kecamatan Candi, Jumat (3/7/2026).
Program penghijauan tersebut melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah dan mitra, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sidoarjo, Badan Pelayanan Pajak Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo, Dinas Peternakan Kabupaten Sidoarjo, PLN Sidoarjo, serta RSIA Ibu dan Anak Pondok Jati.
Sebanyak 644 bibit pucuk merah ditanam sebagai upaya memperluas ruang terbuka hijau sekaligus menciptakan kawasan yang lebih teduh, bersih, dan nyaman bagi masyarakat yang melintas maupun beraktivitas di sekitar lokasi.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Mimik Idayana juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama kepada para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang kawasan tersebut. Menurutnya, kesempatan yang telah diberikan pemerintah harus diimbangi dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Saya mohon kepada para PKL yang sudah diberikan kesempatan untuk berjualan di sini agar benar-benar menjaga kebersihan. Sampahnya jangan ditinggalkan begitu saja. Kalau memungkinkan, sampahnya dibawa pulang. Jangan dibuang sembarangan sehingga membuat lingkungan menjadi kotor,” tegasnya.
Mimik menegaskan penanaman pohon tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan, tetapi juga menjadi investasi lingkungan yang harus dijaga bersama. Ia berharap masyarakat, termasuk warga sekitar dan para pedagang, ikut merawat pohon-pohon yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Sebanyak 644 pohon yang kita tanam hari ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Saya berharap seluruh masyarakat ikut menjaga pohon-pohon ini karena manfaatnya akan kembali kepada kita semua,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program penghijauan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Karena itu, Mimik mengajak masyarakat membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan dan merawat tanaman dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kawasan yang sehat dan nyaman.
“Mari kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Bersama-sama kita wujudkan Sidoarjo yang lebih baik, lebih hijau, lebih asri, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. [isa/beq]






