Ringkasan Berita:
- Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp19 miliar untuk rehabilitasi dan peningkatan delapan jaringan irigasi di Blitar Selatan.
- Dana tersebut telah disetujui melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) setelah usulan diajukan Pemerintah Kabupaten Blitar.
- Program ditujukan untuk memperkuat ketahanan air pertanian sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.
- Pemerintah daerah berharap proyek segera direalisasikan agar manfaatnya dapat dirasakan petani.
Blitar (beritajatim.com) – Kabar baik datang bagi sektor pertanian di wilayah selatan Kabupaten Blitar. Pemerintah pusat resmi mengalokasikan anggaran sekitar Rp19 miliar untuk rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi di delapan titik yang selama ini mengalami persoalan keterbatasan pasokan air.
Program tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat infrastruktur pengairan di kawasan Blitar Selatan yang selama bertahun-tahun menghadapi tantangan distribusi air, terutama saat musim kemarau. Dengan perbaikan jaringan irigasi, pemerintah berharap produktivitas pertanian dapat meningkat dan mendukung program swasembada pangan nasional.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, mengatakan usulan yang diajukan pemerintah daerah telah mendapat persetujuan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Anggaran tersebut akan difokuskan untuk rehabilitasi serta peningkatan jaringan irigasi di delapan daerah irigasi yang telah dipetakan.
“Usulan yang diajukan pemerintah daerah sudah mendapatkan persetujuan. Anggaran sekitar Rp19 miliar itu akan digunakan untuk rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi di delapan titik,” ujar Agus Zaenal, Jumat (3/7/2026).
Dengan nilai anggaran sekitar Rp19 miliar, rata-rata setiap titik irigasi akan memperoleh alokasi sekitar Rp2,3 miliar. Dana tersebut diharapkan mampu memperbaiki jaringan irigasi yang telah berusia tua dan mengalami penurunan fungsi sehingga distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan lebih optimal.
Menurut Agus, proyek ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Blitar. Wilayah Blitar Selatan memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan tebu yang menjadi salah satu bahan baku industri gula nasional.
Selama ini, potensi tersebut belum sepenuhnya berkembang karena keterbatasan ketersediaan air irigasi yang menyebabkan produktivitas pertanian menurun pada musim kemarau.
“Program ini diarahkan untuk mendukung swasembada pangan nasional. Tidak hanya untuk tanaman pangan, tetapi juga komoditas hortikultura serta sektor perkebunan seperti tebu,” kata Agus.
Pemerintah Kabupaten Blitar berharap keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik mampu meningkatkan intensitas tanam, memperluas cakupan lahan yang mendapat suplai air, serta meningkatkan hasil panen petani di wilayah selatan.
Meski anggaran telah disetujui, proses pelaksanaan proyek masih menjadi perhatian. Tahapan lelang hingga pengerjaan fisik diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal agar manfaat pembangunan segera dirasakan masyarakat.
“Kami berharap proses rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi tersebut dapat segera direalisasikan, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani,” pungkas Agus.
Rehabilitasi delapan jaringan irigasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Blitar. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, proyek tersebut juga diharapkan mampu menjawab persoalan distribusi air yang selama ini menjadi tantangan utama bagi petani di kawasan Blitar Selatan. [owi/beq]






