Surabaya (beritajatim.com) – Tim nasional Tanjung Verde (Cape Verde) datang tanpa beban saat menghadapi juara bertahan Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia, Sabtu (4/7/2026) pagi WIB.
Meski berstatus tim nonunggulan, pelatih Pedro Leitao Brito atau yang akrab disapa Bubista menegaskan skuadnya memiliki keyakinan untuk menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen.
Laga Tanjung Verde melawan Argentina akan berlangsung di Miami, dengan Lionel Messi dan kawan-kawan dijagokan melaju ke babak berikutnya. Namun, Bubista memastikan timnya tidak datang hanya untuk bertahan.
“Ada keyakinan dan rasa percaya diri di dalam tim, dan itu sangat membantu kami,” kata Bubista.
“Kami akan bermain dengan penuh keberanian. Kami akan tampil berani dan berjuang demi lolos ke babak berikutnya. Kami ingin para pemain menikmati pertandingan, tetapi tetap fokus dan memberikan segalanya untuk melangkah ke fase berikutnya.”
Pelatih berusia 54 tahun itu menegaskan Tanjung Verde memiliki kualitas untuk menyulitkan Argentina meski menghadapi salah satu tim terbaik di dunia.
“Tentu saja kami percaya. Kami percaya kepada diri sendiri, kepada kekuatan kami, para pemain, dan tim ini. Kami tahu pertandingan ini akan sangat sulit, tetapi kami bisa menyakiti lawan kami. Kami berani, ambisius, dan akan bermain untuk menang,” ujarnya.
Argentina datang ke fase gugur dengan modal impresif. Lionel Messi telah mencetak enam gol dalam tiga pertandingan Piala Dunia, meski sempat diistirahatkan pada laga terakhir fase grup melawan Yordania. Kapten Albiceleste itu diperkirakan kembali menjadi starter saat menghadapi Tanjung Verde.
Meski demikian, Bubista menegaskan strategi timnya tidak hanya berfokus menghentikan Messi seorang.
“Kami memiliki strategi sebagai sebuah tim, bukan hanya untuk menghadapi Messi, tetapi menghadapi seluruh tim Argentina,” katanya.
“Mereka adalah juara dunia dan salah satu tim terbaik di turnamen ini. Kami bermain melawan satu tim, bukan hanya satu pemain. Kami tahu Messi adalah salah satu pemain terbaik di dunia, tetapi pertandingan ini bukan hanya tentang dirinya.”
Tanjung Verde menjadi negara dengan jumlah penduduk paling sedikit yang berhasil lolos dari fase grup Piala Dunia. Negara kepulauan di Afrika Barat yang berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa itu melaju ke babak gugur setelah finis dari Grup H berkat tiga hasil imbang melawan Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi.
Keberhasilan Paraguay menyingkirkan Jerman pada babak gugur menjadi bukti bahwa kejutan masih sangat mungkin terjadi di Piala Dunia. Bubista pun optimistis tim-tim yang tidak diunggulkan mampu bersaing dengan negara-negara besar.
“Tim-tim yang disebut kecil telah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim yang dianggap lebih kuat. Itu membuktikan bahwa mereka juga bisa menghadapi pertandingan dengan tingkat kesulitan tertinggi,” ujar Bubista.
“Argentina tentu akan menjadi tantangan besar bagi kami, tetapi kami juga ingin menjadi tantangan bagi mereka.”
Ia menambahkan, keberhasilan Tanjung Verde mencapai babak gugur bukanlah sebuah kebetulan.
“Kami berada di sini karena memang pantas. Dalam tiga pertandingan terakhir kami menunjukkan mampu bersaing di level tinggi. Kami tahu kualitas lawan kami, tetapi kami juga memiliki mimpi yang ingin diwujudkan,” tutupnya. (faw/but)






