Pacitan (beritajatim.com) – Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Pacitan terus dipercepat agar dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru. Hingga kini, progres pembangunan diperkirakan telah melampaui 70 persen.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pacitan, Heri Setijono, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan sesuai arahan pemerintah pusat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bahkan meminta pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat sebelum masa kontrak berakhir.
“Kementerian PU meminta agar pembangunan segera dirampungkan. Kalau bisa selesai lebih cepat tentu akan lebih baik,” ujar Heri ditulis Jum’at (3/7/2026).
Menurutnya, target kontrak pembangunan sebenarnya masih berlangsung hingga Agustus. Namun, apabila seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada awal Juli, fasilitas tersebut bisa segera dipersiapkan untuk operasional.
“Kalau Juli awal selesai sebenarnya sudah bagus karena kontraknya sampai Agustus. Tapi kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik,” tambahnya.
Heri mengungkapkan, tantangan terbesar selama proses pembangunan berada pada pekerjaan pemerataan dan pengurukan lahan. Kondisi kontur tanah membuat proses konstruksi membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pekerjaan bangunan lainnya.
“Yang agak sulit itu pemerataan lahannya, nguruk tanahnya,” jelasnya.
Untuk memastikan proyek berjalan sesuai target, Dinsos Pacitan juga melakukan monitoring secara berkala terhadap pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi tersebut. (tri/but)






