Ringkasan Berita:
- Sebuah rumah di Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Situbondo, hangus terbakar saat pemiliknya menginap di rumah anak.
- Kebakaran terjadi pada Kamis (2/7/2026) malam dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
- Rumah semi permanen milik Hadi Prayitno mengalami kerusakan total dengan kerugian sekitar Rp20 juta.
- Penyebab kebakaran masih diselidiki polisi, sementara BPBD menyiapkan asesmen dan bantuan bagi korban.
Situbondo (beritajatim.com) – Sebuah rumah milik Hadi Prayitno (57), warga Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, hangus dilalap api pada Kamis (2/7/2026) malam. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka karena rumah dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, Hadi memilih bermalam di rumah anaknya yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya karena khawatir terlambat menjemput sang istri yang pulang bekerja pada malam hari di Pabrik Hongxin.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat kobaran api dari rumah korban.
“Api pertama kali diketahui warga sekitar. Warga langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran,” kata Puriyono, Jumat (3/7/2026) pagi.
Warga kemudian bergotong royong berusaha memadamkan api sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Tidak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Situbondo tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman serta pembasahan agar api tidak kembali menyala.
“Proses pemadaman dan pembasahan selesai sekitar pukul 00.45 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini,” ujarnya.
Meski tidak menimbulkan korban, rumah semi permanen berukuran sekitar 7 x 4 meter tersebut mengalami kerusakan total akibat dilalap api.
Kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta.
Puriyono mengatakan hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Sementara itu, BPBD Situbondo telah melakukan asesmen cepat untuk mendata tingkat kerusakan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak korban sebagai dasar penanganan pascabencana.
“Kami juga akan menindaklanjuti dengan pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) dan penyaluran bantuan logistik kepada korban sesuai hasil asesmen di lapangan,” pungkasnya.
Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Situbondo, Dinas Pemadam Kebakaran, Polsek Panarukan, Koramil Panarukan, Pemerintah Kecamatan Panarukan, Pemerintah Desa Paowan, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial, serta masyarakat yang turut membantu proses pemadaman. [awi/beq]






