Surabaya (beritajatim.com) – Lapangan Atletik Unesa, Surabaya, dipenuhi pengunjung yang memadati Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata dalam rangka Pameran Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemerintah, serta masyarakat dalam memperkenalkan beragam produk unggulan berbasis ekonomi kreatif.
Festival yang mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut menghadirkan sedikitnya 20 tenant UMKM dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Berbagai produk lokal ditampilkan, mulai dari kopi khas Nusantara, cokelat, teh, makanan olahan, kebab, hingga aneka camilan yang menarik perhatian pengunjung.
Suasana festival semakin hidup dengan penampilan musik yang menghibur sepanjang hari. Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati sajian kuliner, berbelanja produk lokal, hingga berdialog langsung dengan para pelaku usaha mengenai proses produksi dan keunggulan produk yang dipasarkan.
Mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Ekonomi Kreatif, Ali Afandi mengatakan penyelenggaraan Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama DPRD dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif.
Menurutnya, festival bukan sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga sarana membangun ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Jawa Timur.
“Festival ini diharapkan mampu meningkatkan interaksi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, para pelaku industri kreatif memiliki kesempatan memperluas jejaring sekaligus memperkuat daya saing produk yang mereka hasilkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil inovasi pelaku usaha daerah yang memiliki potensi untuk berkembang lebih luas. Kehadiran festival diharapkan dapat memperkuat posisi produk lokal sebagai bagian penting dalam mendukung sektor pariwisata Jawa Timur.
Ali juga mengapresiasi dukungan DPRD Provinsi Jawa Timur yang dinilai memiliki peran strategis dalam menghadirkan ruang promosi bagi pelaku UMKM. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan legislatif menjadi fondasi penting untuk menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, penyelenggara, komunitas, dan berbagai pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan festival.
“Keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja bersama. Dukungan seluruh pihak menjadi modal penting dalam mengembangkan ekonomi daerah melalui sektor industri kreatif,” katanya.
Meski optimistis terhadap perkembangan ekonomi kreatif, Sari mengakui masih terdapat tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha. Di antaranya adalah peningkatan kapasitas produksi, penguatan kualitas produk, hingga kemampuan bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Karena itu, ia menilai pengembangan sektor ekonomi kreatif harus dilakukan melalui kolaborasi berkelanjutan dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci agar potensi besar yang dimiliki Jawa Timur mampu menciptakan lebih banyak peluang usaha sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.
“Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menjadi tonggak kemajuan industri kreatif di Jawa Timur,” tuturnya.
Ia berharap Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekonomi kreatif yang semakin kompetitif.
“Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis Jawa Timur mampu menjadi daerah yang maju, mandiri, berdaya saing global, sekaligus memperkokoh posisinya sebagai episentrum industri kreatif di Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu peserta festival, Bayu Prasetya, pemilik UMKM Kopi Desa dengan produk Nerscoff, memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan kopi asli Indonesia kepada masyarakat.
Ia menjelaskan produknya berfokus pada penjualan biji kopi lokal dari berbagai daerah di Indonesia tanpa menggunakan bahan baku impor.
“Kami memperkenalkan produk biji kopi. Produk kami khusus biji kopi seluruh Indonesia. Tidak ada biji kopi dari luar negeri, semuanya lokal. Selain itu juga ada minuman kopi filter berbahan Arabika,” ujarnya.
Bayu mengatakan hampir seluruh jenis kopi Nusantara tersedia di gerainya sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan sesuai karakter rasa yang diinginkan. (tok/aje)






