Probolinggo (beritajatim.com) – Tekanan harga di Kota Probolinggo mulai menguat pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo mencatat inflasi bulanan (month to month/mtm) mencapai 0,18 persen, meningkat enam kali lipat dibandingkan Mei 2026 yang hanya 0,03 persen. Meski secara nominal kenaikannya hanya 0,15 poin persentase, perubahan tersebut menunjukkan tekanan inflasi semakin meluas, terutama akibat kenaikan biaya transportasi dan harga bahan pangan.
Data BPS menunjukkan kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,10 persen atau sekitar 55 persen dari total inflasi Juni. Artinya, lebih dari separuh kenaikan harga yang terjadi selama Juni berasal dari sektor transportasi yang terdampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) secara nasional.
Kontributor terbesar kedua berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,08 persen. Kenaikan harga beras, bawang putih, bawang merah, dan daging menjadi pemicu utama inflasi dari sektor pangan. Sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang 0,04 persen, sedangkan empat kelompok pengeluaran lainnya, termasuk kesehatan, masing-masing memberikan andil 0,01 persen.
Kepala BPS Kota Probolinggo, Joko Santoso, mengatakan kenaikan inflasi bulan Juni tidak hanya dipengaruhi satu komoditas, melainkan merupakan dampak gabungan dari kenaikan biaya transportasi dan meningkatnya harga kebutuhan pokok.
“Kenaikan inflasi tertinggi berasal dari kelompok transportasi akibat naiknya harga BBM secara nasional. Sedangkan dari sisi komoditas, dipengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok seperti bawang putih, beras, bawang merah, dan daging,” kata Joko, pada kamis (2/7/2026) sore saat ditemui.
Di tengah meningkatnya tekanan harga, terdapat sejumlah komoditas yang justru menahan inflasi. Daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,09 persen, hampir menyamai kontribusi inflasi dari kelompok makanan. Selain itu, emas perhiasan menyumbang deflasi 0,04 persen, cabai rawit sebesar 0,02 persen, sedangkan sawi hijau dan tomat masing-masing 0,01 persen.
Menurut Joko, turunnya harga daging ayam ras dipengaruhi oleh menurunnya permintaan selama masa libur sekolah yang bertepatan dengan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sisi lain, pasokan ayam di pasar juga melimpah sehingga harga mengalami koreksi.
Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Kota Probolinggo tercatat 2,92 persen pada Juni 2026. Angka tersebut masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional dan menempatkan Kota Probolinggo di peringkat keenam dengan inflasi terendah di Jawa Timur, tepat di bawah Kabupaten Gresik.
Data tersebut menunjukkan bahwa meski tekanan harga kembali meningkat pada Juni, stabilitas harga di Kota Probolinggo secara umum masih lebih baik dibandingkan banyak daerah lain di Jawa Timur.
Namun demikian, dominasi sektor transportasi sebagai penyumbang inflasi mengindikasikan bahwa perubahan kebijakan harga energi nasional masih menjadi faktor yang paling cepat memengaruhi inflasi daerah, kemudian diikuti pergerakan harga komoditas pangan yang sensitif terhadap pasokan dan distribusi.
Versi ini lebih berbasis data karena tidak hanya menyebut angka inflasi, tetapi juga menginterpretasikan data, misalnya bahwa 55 persen inflasi berasal dari sektor transportasi, membandingkan kenaikan dari bulan sebelumnya, serta menjelaskan implikasi ekonomi dari pergeseran sumber tekanan inflasi. (rap/ian)






