Ringkasan Berita
* KrediOne bersama AFPI menyelenggarakan program literasi keuangan “Pindar Mengajar” di UNISMA, Malang, pada 24–25 Juni 2026.
* Program ini bertujuan membekali generasi muda dengan kecakapan mengelola keuangan di era digital.
* Selain edukasi mahasiswa, KrediOne juga berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum keuangan digital serta menegaskan komitmennya dalam memerangi pinjaman online ilegal melalui kolaborasi dengan regulator, akademisi, dan media.
———————————————–
Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai upaya mendukung peningkatan literasi keuangan di tengah pesatnya ekonomi digital, KrediOne berkolaborasi dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar program Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” di Kota Malang pada 24–25 Juni 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA) ini menjadi wadah edukasi bagi ratusan mahasiswa mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat serta penggunaan layanan keuangan digital yang bertanggung jawab.
Program ini dilaksanakan seiring dengan tingginya penetrasi layanan keuangan digital di Jawa Timur. Hingga Mei 2026, KrediOne mencatat angka penyaluran pendanaan yang signifikan di wilayah tersebut, yakni mencapai lebih dari Rp2 triliun, dengan kontribusi Kota Malang sebesar Rp128 miliar.
Direktur IT & Operations KrediOne, Defrian Afdi, menegaskan bahwa literasi keuangan adalah keterampilan fundamental bagi generasi muda agar mampu mengambil keputusan finansial secara bijak, memahami risiko, serta memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
“Generasi muda yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih siap menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan berbagai peluang di masa depan,” ujar Defrian.
Kegiatan ini menghadirkan perwakilan dari OJK, yaitu Anjar Sumarjati (Kepala Divisi Pengawasan Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi 2 OJK) dan Frederik Alexander Rompies (Asisten Direktur OJK Malang), serta Sekretaris Jenderal AFPI, Ronald T. Andi Kasim.
Selain edukasi, KrediOne juga terlibat dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama pihak akademisi UNISMA untuk membahas pengembangan kurikulum berbasis keuangan digital.
Langkah ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri guna mencetak talenta yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan diskusi bersama awak media di Malang guna menekankan peran media dalam mengedukasi masyarakat mengenai bahaya pinjaman online ilegal serta pentingnya memilih layanan pendanaan yang legal dan terpercaya.[rea]






