Jember (beritajatim.com) – Angka kemiskinan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berkurang menjadi 8,67 persen. Pemerintah daerah harus mengambil langkah strategis untuk melanjutkan tren tersebut.
Holil Asyari, juru bicara Fraksi Partai Golkar Amanah di DPRD Jember, menilai kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar meski angkanya berhasil ditekan.
“Kami meminta agar sisa anggaran atau pos belanja bantuan sosial dialokasikan pada program-program pemberdayaan yang produktif, bukan sekadar bantuan karitatif (kedermawanan) semata,” kata Holil, sebagaimana pandangan umum Fraksi Partai Golkar terhadap enam rancangan peraturan daerah yang diajukan Pemkab Jember.
Kristian Andi Kurniawan dari Fraksi Partai Nasional Demokrat menyebut berkurangnya angka kemiskinan adalah capaian bersejarah. “Namun, kami menilai masih diperlukan langkah strategis untuk mengatasi kemiskinan ekstrem dan memperkuat program perlindungan sosial berbasis data yang akurat,” katanya.
Bupati Muhammad Fawait mengaku telah mengambil langkah-langkah strategis, terutama untuk meningkatkan ketepatan intervensi program daerah dalam pengentasan kemiskinan tersebut. “Kami berusaha memperbaiki kualitas data DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional),” katanya.
Salah satunya melalui kegiatan verifikasi dan validasi DTSEN Desil 1 yang dilakukan aparatur sipil negara. “Kami telah melihat hasil verval tersebut. Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi ASN Kabupaten Jember yang telah membantu verval DTSEN tersebut,” kata Fawait.
Menurut Bupati Fawait, verval tersebut dapat membantu Pemkab Jember mengoptimalkan perumusan program dan kebijakan agar tepat sasaran serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat prasejahtera dan rentan. [wir/kun]






