Ringkasan Berita:
- Pemkab Madiun menyalurkan 300 paket ikan segar dan olahan melalui Program Gemarikan untuk meningkatkan konsumsi ikan dan mencegah stunting.
- Bantuan menyasar ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita di Kecamatan Kebonsari dan Kecamatan Dolopo.
- Konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Madiun baru mencapai 14,71 kilogram per kapita per tahun, masih di bawah rata-rata Jawa Timur.
- Pemkab juga mendorong pengembangan budidaya ikan air tawar untuk memperkuat pasokan dan meningkatkan kesejahteraan pembudidaya.
Madiun (beritajatim.com) – Rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Madiun menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Untuk meningkatkan asupan protein sekaligus menekan angka stunting, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun menyalurkan 300 paket ikan segar dan olahan melalui Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Program tersebut menyasar dua wilayah, yakni Kecamatan Kebonsari dan Kecamatan Dolopo, yang masing-masing menerima 150 paket bantuan. Penyaluran di Kecamatan Kebonsari dilakukan di Balai Pertemuan Desa Balerejo pada Kamis (25/6/2026).
Paket bantuan berisi ikan nila segar serta berbagai produk olahan ikan yang kaya protein. Bantuan diprioritaskan bagi ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita sebagai kelompok yang rentan mengalami kekurangan gizi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Soedjiono, mengatakan program Gemarikan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat yang masih tertinggal dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.
Saat ini, tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Madiun baru mencapai 14,71 kilogram per kapita per tahun. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata konsumsi ikan masyarakat Jawa Timur yang telah mencapai sekitar 22 kilogram per kapita per tahun.
“Gemarikan ini kami dorong untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat. Paket yang diberikan berisi ikan nila segar serta aneka produk olahan ikan yang kaya protein,” kata Soedjiono.
Menurutnya, kecukupan protein menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan anak sekaligus mencegah stunting sejak dini, terutama pada ibu hamil dan balita.
Meski prevalensi stunting di Kecamatan Kebonsari disebut telah turun menjadi 2,95 persen, pemerintah daerah masih menemukan sejumlah desa yang membutuhkan intervensi lebih lanjut.
“Di Desa Balerejo masih terdapat tujuh anak yang mengalami stunting. Karena itu, kami lakukan intervensi melalui program Gemarikan agar kebutuhan protein anak dapat terpenuhi,” imbuhnya.
Soedjiono menjelaskan, rendahnya konsumsi ikan di Kabupaten Madiun juga dipengaruhi kondisi geografis daerah yang tidak memiliki wilayah laut. Akibatnya, pasokan ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat bergantung pada hasil budidaya perikanan air tawar.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Madiun terus mendorong pengembangan sektor budidaya ikan air tawar guna menjaga ketersediaan pasokan ikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya.
“Kabupaten Madiun tidak memiliki wilayah laut, sehingga kami mendorong pengembangan budidaya ikan air tawar. Harapannya, hasil budidaya dapat meningkatkan kesejahteraan petani ikan sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat,” pungkas Soedjiono.
Melalui Program Gemarikan, Pemkab Madiun berharap kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi ikan terus meningkat sehingga kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi, angka stunting semakin menurun, dan ketahanan pangan berbasis sektor perikanan lokal semakin kuat. [rbr/beq]






